Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Hubungan pertemanan adalah bagian penting dalam kehidupan. Sebab, teman dapat memotivasi untuk mengejar impian dan membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Mereka juga dapat menghibur ketika kita sedang 'down'. Akan tetapi, beberapa teman juga bisa jadi tidak membuat kita lebih baik.
Florence Isaacs, penulis Toxic Friends/True Friends mengatakan ertemanan yang toksik atau beracun tidak mendukung, bahkan bisa membuat kita stres. Dikutip dari Style Caster, situs gaya hidup, teman seperti itu kadang hanya memanfaatkan kita dan tidak dapat diandalkan.
Berikut beberapa jenis pertemanan yang sebaiknya Anda hindari, melansir dari situs Verywell Family, yang dikemukakan oleh Sherri Gordon, CLC, seorang pakar pencegahan intimidasi dan pakar profesional seputar kehidupan.
1. Ratu Drama
Kehidupan teman yang satu ini seperti sinetron yang panjang. Setiap hari sepertinya ada kekecewaan, patah hati, dan kesedihan. Dengan teman ini, kita menjadi pemecah masalah. Akan tetapi, teman tipe ini biasanya egois dan tidak tertarik mendengarkan masalah atau kekhawatiran kita. Tipe teman ini juga begitu sibuk dengan hidupnya, mereka tidak pernah menyadari kapan kita mungkin membutuhkan kata-kata penyemangat.
2. Memanfaatkan
Teman tipe ini selalu membutuhkan dan mengharapkan kita selalu ada saat mereka membutuhkan. Meskipun penting untuk menjadi teman yang suportif, dengan tipe teman seperti ini, kita harus menetapkan batasan. Jika tidak, lama kelamaan teman seperti ini akan menguras tenaga dan waktu kita
3. Sulit bersyukur
Teman tipe ini tidak pernah puas dengan apapun yang dimilikinya. Akibatnya, mereka menghabiskan banyak waktu untuk merengek dan menggerutu tentang betapa tidak adilnya dunia ini. Mereka juga cenderung memiliki opini negatif tentang hampir semua hal.
4. Suka mengkritik
Tipe teman ini suka mengontrol. Mereka sering melontarkan sindiran, seringkali di depan orang lain, dan menganggap komentar mereka sebagai “lelucon”. Perlu diingat bahwa sahabat sejati tidak pernah merendahkan satu sama lain.
5. Kerap bergosip
Tipe teman ini berbahaya karena jika dia membicarakan orang lain, kemungkinan besar dia juga membicarakan kita. Penting untuk menyadari bahwa berbicara di belakang seseorang berpotensi merugikan dan dapat merusak hubungan. Rahasia kita tidak aman dengan teman seperti ini. (M-3)
SOSOK fenomenal Vicky Prasetyo baru saja meresmikan bisnis kopi terbarunya
Ingatan puluhan tahun silam itu diceritakan kembali oleh Abdullah II, usai mendengar pernyataan Prabowo ihwal kisah persahabatan mereka berdua.
Kehangatan persahabatan mewarnai konser “Laleilmanino & Friends” yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (30/10) malam.
Persahabatan dalam drama korea A Hundred Memories JTBC sukses menghangatkan hati penonton!
Studi 30 tahun di Gombe, Tanzania, mengungkap persahabatan erat simpanse betina memiliki peluang lebih besar menjaga anaknya tetap hidup.
Kelsea Ballerini memuji persahabatan dan kolaborasinya dengan Noah Kahan. Ia menyebut Kahan sebagai manusia yang baik.
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved