Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menjadi orangtua, pasti anda akan merasa kehilangan banyak hal, merasa tak lagi terkoneksi dengan diri anda sebelumnya hingga tidak bisa mengenakan pakaian yang sebelumnya sangat anda suka, khususnya untuk seorang ibu.
Akan tetapi, sejatinya hal tersebut dapat berlangsung sementara dan Anda dapat menemukan gaya berbusana pada fase yang baru. Memang tidak mudah karena usai mengandung selama hampir satu tahun, tubuh anda akan berubah baik terlihat jelas maupun tidak.
Perubahan ini dialami hampir semua orangtua, baik selebriti maupun orang biasa, ibu bekerja maupun ibu rumah tangga. Terpenting, Anda pasti akan bisa melewati fase perubahan yang besar ini.
Berikut beberapa kiat untuk menyesuaikan gaya berbusana dengan perubahan yang Anda alami:
1. Tidak Berpaku pada Gaya Umum
Bukan hanya gaya hidup anda yang berubah tetapi bentuk fisik tubuh juga berbeda, seperti bentuk lengan, bentuk bokong, perut, bahu, kaki dan lainnya. Tetapi itu bukan hal yang menyeramkan, perubahan itu dapat menciptkan gaya berpakaian baru yang menarik.
Ketika anda membeli pakaian usai melahirkan, beli lah yang sesuai dengan kondisi saat ini bukan saat sebelum hamil.
"Setelah satu tahun saya enggan mengenakan jin high-waist, kini saya berani mengambil gaya tersebut," kata pakar kesehatan dan kebugaran wanita Lisa McCarty.
"Saya menemukan pilihan tersebut cocok dan bisa mendukung kegiatan dengan dua anak ini. Lihat kan, gaya berbusana kita berubah sesuai dengan diri kita saat ini".
2. Imitasi tidak Selalu Buruk
Mantan reporter TV Lauren Schneider mencoba apa yang dipakai oleh ibu-ibu lain seusianya yang dilihat dari media sosial TikTok.
"Itu (melihat pakaian wanita lain) memberi saya inspirasi pada gaya berbusana dan menumbuhkan kepercayaan diri untuk mencoba model baru yang biasanya tidak akan saya pilih. Seperti ini, saya baru saja membeli jin yang tak berpotongan lurus pertama!" ungkap Schneider.
Internet dan media sosial membantu Anda untuk berbelanja mata secara virtual. Silakan ikuti gaya yang ingin Anda tiru. Memang ini soal coba-coba hingga menemukan apa yang sesuai tetapi perjalanannya begitu menyenangankan terutama ketika berselancara di linimasa Instagram, membayangkan Anda mengenakan setiap pilihan fesyen yang diklaim milik pemengaruh.
Sebelum memiliki anak, misalnya, selalu berpikir tubuh mungil Anda tidak cocok dengan gaun maxi. Namun, pasca-kehamilan, sambil mencari sesuatu yang bergaya namun cukup nyaman dan memungkinkan untuk menyusui saat bepergian, saya menemukan beberapa gaun yang benar-benar saya sukai.
3. Mencari Gaya yang Sesuai
CEO perusahaan perhiasan Trend Tonic, Kerry Clayton, mengungkap dirinya mencari gaya pakaian yang paling sesuai dengan mempertimbangkan kondisi, preferensi, gaya hidup, hobi dan lainnya.
"Mencari tahu pakaian yang sesuai sangat membantu saya kembali bergaya," ucap Clayton.
"Saya menyusui bertahun-tahun, pilihan pakaian terbatas, begitu saya berhenti menyusui serasa mendapatkan dunia baru," imbuhnya.
Beberapa toko pakaian memiliki analis gaya yang bisa membantu Anda menemukan pakaian yang sesuai namun tetap kece. Pun ada beberapa situs internet yang memungkinkan Anda melakukan pemesanan analis gaya secara virtual.
4. Sesekali Berdandan Baik untuk Kesehatan Mental
Ini yang terpenting: untuk menemukan diri Anda kembali, maka Anda lah yang harus mencari.
Memilih suatu pakaian untuk suatu hari tertentu bisa meningkatkan mood Anda.
"Berdandan di pagi hari akan memicu semangat untuk melakukan hal-hal lain di sepanjang hari. Kita akan mendapatkan lebih banyak energi," ujar psikolog klinis di Orange County, California, Sheva Assar.
Anda bisa memulainya dengan menggunakan aksesoris yang gampang dipakai, seperti pilihan sepatu.
"Kita pantas untuk mendapatkan perawatan usai sembilan bulan mengandung," tutur Assar.(Huffpost/M-4)
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan sejumlah posko layanan keluarga di berbagai titik strategis jalur mudik Lebaran 2026 yang tersebar di 31 provinsi
Ustadz Maulana menekankan pentingnya menyusui sebagai bentuk penghormatan yang luar biasa bagi ibu, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah: 233.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang perannya strategis dalam membangun karakter dan kualitas generasi masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved