Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA Efek Indonesia (BEI) masih menghentikan sementara (suspend) perdagangan efek PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), karena dinilai melakukan penundaan pembayaran jumlah pembagian berkala sukuk global yang telah jatuh tempo.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan pihaknya berpendapat hal tersebut mengindikasikan adanya permasalahan pada kelangsungan usaha Perseroan (going concern issue).
Baca juga: Tiga Hal untuk Penguatan Fondasi Ekonomi
"Atas hal tersebut, pada 18 Juni 2021 bursa melakukan penghentian sementara perdagangan efek PT Garuda Indonesia di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan efek hingga pengumuman bursa lebih lanjut," jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/7).
Di satu sisi Nyoman menegaskan, penghentian sementara perdagangan efek GIAA bukan merupakan sanksi, melainkan sebuah tindakan perlindungan terhadap investor.
"Serta memberikan kesempatan kepada managemen GIAA untuk melakukan tindakan dalam memperbaiki issue going concern dimaksud," ucapnya.
Suspensi tersebut, lanjut Nyoman, juga akan mempercepat perusahaan untuk memperbaiki hal-hal yang menjadi penyebab penghentian sementara sehingga saham GIAA dapat diperdagangkan kembali dan pemegang saham dapat menjual sahamnya di bursa.
BEI akan mempertimbangkan pencabutan penghentian sementara perdagangan efek GIAA, jika kondisi kelangsungan usaha perseroan telah menunjukkan perbaikan diantaranya pembayaran utang dan kewajiban yang telah jatuh tempo.
"Kemudian ada keberhasilan restrukturisasi kewajiban perseroan serta kondisi-kondisi lainnya yang dapat berpengaruh pada kelangsungan usaha GIAA," tutur Nyoman.
BEI pun menempatkan saham GIAA di papan pemantauan khusus atau watchlist. Diketahui, perusahaan pelat merah itu mengalami kerugian sebesar US$2,5 miliar atau Rp36,2 triliun pada tahun lalu akibat pandemi. Hal itu disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Sabtu (17/7). Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, GIAA membukukan pendapatan sebesar US$1,49 miliar. Angka tersebut merosot tajam dibanding sebelum terdampak pandemi atau pada 2019 yang mencetak pendapatan US$4,57 miliar.
Seperti diketahui, kondisi finansial Garuda terpuruk dengan adanya utang mencapai Rp70 triliun dan bertambah Rp1 triliun setiap bulannya. Selain itu, perusahaan pelat merah itu merestrukturisasi bisnis dengan memangkas jumlah armada pesawat yang dioperasikan. (OL-6)
Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar untuk mengangkut 102.502 jemaah haji yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi.
Presiden Prabowo instruksikan Garuda Indonesia dan Danantara bentuk joint venture dengan maskapai Arab Saudi. Targetnya: pangkas harga tiket haji dan hapus rute pesawat kosong!
Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem logistik haji yang terintegrasi, mulai dari proses pengiriman di dalam negeri hingga distribusi di tujuan
GARUDA Indonesia Group mencatatkan sedikitnya 77 ribu penumpang dalam satu hari pada momen puncak arus mudik Lebaran 2026, Rabu (18/3).
PT Garuda Indonesia rugi signifikan pada tahun buku 2025 yakni sebesar US$319,39 juta atau setara Rp5,42 triliun meski sudah menerima dana dari Danantara
Garuda melakukan investiasi atas penyebab kerusakan hidung pesawat GA 176 Jakarta-Pekanbaru.
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved