Kembali ke Laptop

01/7/2015 00:00
Kembali ke Laptop
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

TJAHJO Kumolo tiba-tiba menjadi pusat pemberitaan. Biasanya politikus senior dari PDIP itu bicara terukur dan penuh pertimbangan. Tiba-tiba ia berbicara terbuka dan menyerang sesama anggota kabinet.

Ada apa dengan Tjahjo? Sebagai seorang politikus senior, seharusnya dia tahu cara bertindak yang benar. Kalau yakin ada menteri yang menjelek-jelekkan Presiden, tinggal beri tahu rekan menterinya untuk menyampaikan surat pengunduran diri. Tidak perlu menyerang secara terbuka, apalagi hanya dengan simbol-simbol yang multiinterpretasi. Akibatnya, anggota PDIP yang lain menerjemahkan kepada sosok perempuan menteri yang ada di bawah menteri koordinator perekonomian.

Isu yang dilemparkan bukan hanya mencoreng cara berpolitik PDIP, melainkan juga menggoyahkan kekompakan di dalam kabinet.

Padahal, kepercayaan masyarakat kepada kabinet sedang turun dan perpecahan di dalam kabinet kian meyakinkan masyarakat bahwa pemerintahan sekarang lepas kontrol. Dengan berbagai persoalan ekonomi yang sedang dihadapi, ditambah ketidakpastian global, sepantasnya pemerintah kembali ke fokus pekerjaannya. Meminjam istilah Tukul, "Kita kembali ke laptop.

"Saat bertemu 11 ahli ekonomi, Senin (29/6), Presiden Joko Widodo diingatkan untuk kembali ke ekonomi agar bisa mengembalikan optimisme pasar. Pemerintah diminta tidak membuat target-target baru, tetapi fokus ke yang sudah direncanakan. Apabila pemerintah bisa menunjukkan kemajuan pelaksanaan program pembangunan, kepercayaan masyarakat pasti akan kembali.

Para ekonom meminta Presiden mengawasi langsung pelaksanaan proyek pembangunan. Kalau target-target yang ditetapkan terlampau ambisius dan tak mungkin tercapai, tak ada salahnya direvisi. Pasar selalu bersikap realistis dan tidak membutuhkan hal-hal yang bombastis.

Harapan pemerintah untuk bisa menjadi motor pembangunan digarisbawahi para ekonom. Ketika kepercayaan pasar sedang turun dan swasta ragu-ragu menanamkan modal, pemerintah harus tampil sebagai katalisator. Jika pemerintah konsisten menjalankan program kerjanya, swasta akan terdorong berinvestasi. Semester II merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk membalikkan keadaan. Apalagi urusan internal di dalam kementerian sudah selesai. Kini saatnya mempercepat penggunaan anggaran pembangunan.

Kita tentu tidak bisa menutup mata terhadap gejolak di Eropa dan Amerika Tengah. Krisis keuangan Yunani dan Puerto Riko bisa menjadi bola liar.

Semua orang sedang menunggu hasil referendum rakyat Yunani 5 Juli nanti, apakah mereka masih mau bergabung dengan Uni Eropa atau keluar sehingga menggoyahkan Uni Eropa.

Ketidakpastian yang terjadi mudah memicu spekulasi. Kita bisa lihat fluktuasi di pasar modal dan pasar uang global. Sebagai bagian dari perekonomian global, kita tidak bisa melepaskan diri dari ketidakpastian itu. Lihatlah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan. Dalam kondisi seperti ini yang diperlukan ialah konsolidasi.

Pemerintah harus tampil menunjukkan mereka masih memegang kendali ekonomi. Segala perbedaan harus dihindari dan kabinet harus kompak.

Tantangan berat yang kita hadapi ialah persoalan ekonomi. Bahkan yang tergerus kepercayaan pasar. Oleh karena itu, jangan melenceng ke mana-mana. It's the economy!



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.