Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menorehkan prestasi di ajang IFSC Climbing World Cup 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat, dua atlet panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin mengincar prestasi di ajang Olimpiade 2024.
Katibin yang memecahan rekor pertama kali di nomer speed putra pada babak kualifikasi dengan waktu 5,258 detik. Ketika itu ia unggul dari rekan setimnya Veddriq Leonardo yang berada di posisi kedua dengan 5,375 detik.
Namun di babak final, rekor dunia kembali diperbaharui oleh Leonardo yang melesat memanjat ke atas dinding setinggi 15 meter untuk finis tercepat dengan catatan waktu 5,208 detik dan mengalahkan Kiromal Katibin.
"Saya sangat senang bisa meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia. Kami tidak datang ke sini untuk meraih kemenangan, kami datang untuk memecahkan rekor," ujar Leonardo.
Ini bukan menjadi pretasi pertama yang ditorehkan Leonardo. Sebelumnya ia berhasil menyabet perunggu dalam ajang IFSC di Moscow, Rusia pada 2018 silam. Ia juga mendapat medali emas dalam ajang Asian Championship 2019 dan PRA-PON XX Zona 3.
Begitu juga dengan rekannya Katibin yang sempat memecahkan rekor dunia yang dibuat oleh atlet Iran Reza Alipour dengan waktu 5,480 detik, meski kemudian rekor itu diperbaharui rekan senegaranya.
Bagi Katibin, raihan di Negeri Paman Sam tidaklah mudah. Dia mempersiapkan diri di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sejak Juli 2020 lalu.
''Kejuaraan di Amerika ini yang pertama sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Selama itu, aku hanya berlatih dan lakukan evaluasi diri. Saat akan mengikuti kejuaraan dunia di Salt Lake City, sangat semangat. Memecahkan rekor dunia yang dipegang Reza Alipour adalah target utama di IFSC 2021. Saya optimistis, karena catatan waktu saat latihan lebih bagus,'' kata Katibin.
Panjat Tebing Indonesia mampu menunjukkan prestasi membanggakan. Ada ambisi lebih besar pada diri Katibin yakni emas Olimpiade 2024 Paris nanti. Dia akan mempersiapkan diri lebih baik akan terus konsisten bisa masuk ke tim Indonesia. "Saya dan Veddriq membawa nama dan prestasi Indonesia ke pentas dunia," tandas dia. (OL-15)
PP FPTI mengirimkan 8 atlet panjat tebing ke Asian Beach Games Sanya 2026 sebagai ajang pemanasan dan penguatan mental menuju Asian Games 2026.
Desak Made Rita Kusuma Dewi bertekad raih podium di Asian Beach Games Sanya 2026 setelah sukses pecahkan rekor Asia di Kejuaraan Panjat Tebing Asia.
Tim panjat tebing Indonesia meraih emas lewat Desak Made Rita dan mengamankan total 8 tiket Asian Games 2026 di World Climbing Asian Championship 2026.
Asisten pelatih Sholikhin meminta Raviandi Ramadhan tampil tenang dan tanpa beban di semifinal World Climbing Asia Championship 2026 demi tiket Asian Games.
Atlet panjat tebing Indonesia Raviandi Ramadhan melaju ke semifinal Boulder Asia Championship 2026 di China setelah menempati peringkat ke-22 kualifikasi.
Rajiah Sallsabillah siap tampil all-out di World Climbing Asia Championship 2026 demi tiket Asian Games Aichi-Nagoya. Simak daftar atlet Indonesia di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved