Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA wilayah di Kepulauan Riau, termasuk Batam, Bintan, Krimun, dan Lingga, diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan. Hal itu membuat aktivitas melaut warga dan nelayan terhambat,
Terhambatnya aktivitas melaut membuat nelayan di wilayah tersebut merugi. Hasil tangkapan laut menurun signifikan dalam beberapa hari terakhir.
"Terdapat labilitas lokal yang kuat dan kelembapan udara cukup tinggi, kondisi ini mendukung terbentuknya awan-awan hujan di wilayah yang saya sebutkan tadi," jelas Ibnu S, petugas BMKG Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (15/2).
Baca juga : BMKG: Waspada Gelombang Setinggi Empat Meter di Laut Natuna Utara
Diperkirakan hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir. Masyarakat diimbau waspada dan menghentikan seluruh aktivitas di luar ruangan, bila perlu berteduh di bangunan yang aman untuk menghindari risiko tersambar petir.
Sementara itu, gelombang laut diprediksi mencapai ketinggian 2,5 meter di perairan Natuna, 2 meter di perairan Bintan dan Anambas, serta 1,5 meter di perairan Lingga. Kepada nelayan dan pelaku aktivitas kelautan lainnya agar menghentikan operasional mengingat bahaya yang ditimbulkan gelombang setinggi itu.
Akibat himbauan tersebut, sejumlah nelayan di pesisir Batam tidak melaut. Karena jika mereka tidak menghiraukan himbauan BMKG itu, bila terjadi sesuatu saat mereka mencari ikan di laut akibatnya mereka sendiri yang menanggungnya.
Baca juga : BMKG: Waspadai Angin Kencang dan Gelombang 9 Meter di Natuna
"Mau tidak mau kami terpaksa menuruti himbauan untuk tidak melaut hari ini. Resikonya terlalu besar bila memaksakan diri, nyawa bisa melayang," ujar Slamet, nelayan asal Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Menurut Ketua Paguyuban Pesisir Nelayan Batam, Komari, penghentian aktivitas melaut sehari ini diperkirakan berdampak pada penurunan produktivitas para nelayan.
"Pastinya komunitas nelayan yang bergantung pada hasil tangkapan laut akan kesulitan jika cuaca buruk terus berlanjut beberapa hari ke depan," imbuhnya.
Baca juga : Cuaca Ekstrem di Bengkulu, Gelombang Laut Capai 4 Meter
Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Batam, jumlah produksi perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2021 tercatat sebesar 158.613 ton, dan total tangkapan nelayan Batam diproyeksikan sebesar 48.773 ton pada tahun 2022 dan meningkat menjadi 49.993 ton pada tahun 2023.
Sebagai salah satu pusat perikanan tangkap utama di Provinsi Kepulauan Riau, diperkirakan kontribusi nelayan Batam cukup signifikan terhadap total produksi ikan laut Kepri tersebut yakni 30% dari keseluruhan tangkapan ikan di Provinsi Kepri.
(Z-9)
INSIDEN mengejutkan terjadi di perairan sekitar Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (24/4) pagi. Seorang penumpang speed boat dilaporkan nekat melompat ke laut.
Warga Kepulauan Anambas geger temukan puing diduga pesawat Tiongkok. TNI AL dan Polda Kepri turun tangan selidiki kebenaran video viral nelayan tersebut.
Polda Kepri menjatuhkan sanksi PTDH terhadap empat personel berinisial AS, AP, GSP, dan MA atas kasus penganiayaan maut terhadap Bripda NS.
MEMASUKI Kamis (2/4) sore, sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) dilaporkan mengalami hujan dengan intensitas ringan.
MEMASUKI puncak arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan.
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Berdasarkan laporan peristiwa ini terjadi pada Rabu (29/4) sekitar pukul 05.30 Wita. Saat itu korban sedang melaut bersama rekan-rekannya menggunakan kapal nelayan KM Putera.
Anggur laut merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat.
Tujuh nelayan berhasil diselamatkan tim keamanan Pertamina Hulu Mahakam setelah dua hari terombang-ambing di Selat Makassar akibat kapal rusak.
Sejumlah nelayan menarik jaring untuk diperbaiki saat tidak melaut di Dermaga Pelabuhan Ikan Muncar, Banyuwangi.
Sejumlah nelayan mencari kerang hijau di Pantai Satelit, Banyuwangi, Jawa Timur.
Operasi ini merupakan hasil sinergi seluruh unsur SAR yang terlibat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved