Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN pangan murah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah beberapa kali digelar di berbagai lokasi. Sejauh ini upaya itu cukup efektif menahan laju harga, terutama komoditas beras, yang sampai sekarang kondisinya masih stagnan.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumindag) Kabupaten Cianjur, Komarudin, menjelaskan kegiatan gerakan pangan murah merupakan salah satu upaya menstabilkan harga dan pasokan kebutuhan masyarakat. Terutama harga komoditas beras yang trennya cenderung naik sejak memasuki kemarau.
"Kalau beras, harganya belum beranjak di kisaran Rp14 ribu untuk jenis premium dan Rp13 ribu untuk jenis medium. Belum terjadi penaikan lagi. Belum ada perubahan. Mungkin ini dampak dilakukannya pasar-pasar murah," kata Komarudin, Rabu (25/10).
Baca juga: Sektor Kelautan Menjadi Kekuatan Ekonomi Baru Cianjur Selatan
Selain itu, kata Komarudin, ditambah juga penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah kepada keluarga penerima manfaat. Dampaknya, permintaan kebutuhan beras menjadi berkurang, sehingga efeknya bisa menahan laju harga.
"Karena permintaan turun, maka harga pun tidak kembali naik. Memang harga belum berangsur normal, tapi setidaknya sekarang tidak cenderung naik," ucapnya.
Komarudin bersyukur beberapa hari terakhir di Kabupaten Cianjur sudah mulai turun hujan. Kondisi itu diyakini akan berdampak terhadap musim tanam dan musim panen.
"Naiknya harga beras akhir-akhir ini kan penyebabnya akibat pasokan berkurang sebagai dampak El Nino. Sekarang hujan sudah mulai turun. Mudah-mudahan ada percepatan masa tanam padi, sehingga pasokan akan kembali stabil dan harga pun berangsur turun," tegasnya.
Baca juga: Kementan Gandeng Perpadi untuk Lancarkan Distribusi Beras
Saat ini komoditas yang diwaspadai harganya bakal melonjak yaitu cabai rawit merah. Menurut Komarudin, di sejumlah daerah harganya ada yang sudah mencapai Rp80 ribu per kilogram.
"Tapi di Cianjur relatif masih stabil. Harga cabai rawit merah di kisaran Rp36 ribu per kilogram," ucapnya.
Relatif stabilnya harga cabai rawit merah di Kabupaten Cianjur, kata Komarudin, kemungkinan dipicu pasokan yang masih lancar. Terutama pasokan dari para petani di wilayah selatan yang mayoritas banyak menanam komoditas hortikultura, terutama cabai rawit
"Saya sudah pantau di selatan, seperti di Naringgul, Cidaun, Sukanagara, dan lainnya. Mungkin produksi cukup banyak karena banyak yang menanam cabai rawit, jadi harga di Cianjur tak terlalu berpengaruh," pungkasnya. (Z-6)
Terdapat sebanyak 469 ruang kelas dilaporkan rusak berat. Ruang kelas yang rusak itu tersebar di 125 sekolah.
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Pembagian jatah air ini sangat penting karena dipastikan saat kemarau volumenya berkurang
Ada berbagai faktor penyebab kelangkaan elpiji 3 kg di masyarakat.
Pada bulan ini program PTSL di Kabupaten Cianjur bisa dituntaskan.
Saat ini pencetakan SPPT sudah mencakup 28 kecamatan. Dari jumlah tersebut, SPPT yang sudah terdistribusikan mencakup 21 kecamatan.
Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Jambi tersebut untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Warga membeli berbagai kebutuhan pokok saat operasi pasar di Kota Kediri, Jawa Timur.
Operasi pasar ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya menjelang hari raya
TPID DIY dan Bupati Gunungkidul pantau harga sembako di Pasar Semin. Cabai rawit merah tembus Rp80.000. Simak skenario intervensi dan daftar harga terbaru.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara memerketat pengawasan harga dan menggencarkan operasi pasar menjelang Idulfitri 2026.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved