Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Ganjar Pranowo memberikan perhatian lebih kepada pembangunan jalan desa di seluruh wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya, supaya jalan yang menjadi penunjang perekonomian warga di desa menjadi lebih tertata.
Hal itu dibuktikan dengan panjang jalan desa yang telah dibangun. Tercatat, pada periode pertama dan kedua menjabat, total jalan yang sudah dibangun selama kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo yaitu sepanjang 10.942 km.
Jalan yang dibangun pada periode 2013-2022 itu telah menghabiskan dana sekitar Rp 3,6 triliun yang tersebar di 34.819 titik. Pemprov Jateng memang bertekad membangun jalan desa supaya akses masyarakat menjadi mudah, sehingga desa bisa semakin maju.
Menurut catatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, pada 2013, jumlah jalan desa yang dibangun Ganjar sebanyak 311 titik sepanjang 156 km dengan anggaran Rp31,3 miliar.
Kemudian, pada 2014 sebanyak 6.994 titik sepanjang 1.079 km dengan anggaran Rp251,8 miliar. Selanjutnya, pada 2015 sebanyak 7.032 titik sepanjang 1.115 km dengan anggaran Rp304,7 miliar.
Setelah itu, pada 2016 sebanyak 279 titik sepanjang 158 km dengan anggaran Rp49,4 miliar. Pada 2017 sebanyak 793 titik sepanjang 371 km dengan anggaran Rp125,8 miliar.
Setelah itu, pada 2018 sebanyak 1.861 titik sepanjang 715 km dengan anggaran Rp266,4 miliar.
Baca juga: Ganjar Luncurkan KUR Super Mikro, Bunga Kredit 3% per Tahun
Lalu, pada 2019 sebanyak 3.859 titik sepanjang 1.110 km dengan anggaran Rp526,6 miliar. Berikutnya, pada 2020 sebanyak 2.840 titik sepanjang 1.014 km dengan anggaran Rp515,6 miliar.
Kemudian, pada 2021 sebanyak 3.679 titik sepanjang 1.935 km dengan anggaran Rp570,6 miliar. Dan, pada 2022 sebanyak 7.171 titik sepanjang 3.920 km anggaran Rp966,1 miliar.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jateng Nur Kholis mengatakan, Bankeu Provinsi Jateng kepada desa ini bertujuan untuk membantu pemerintah desa bisa membangun infrastruktur, termasuk di antaranya membangun jalan.
"Tujuan pemberian Bankeu, untuk membantu pembangunan sarana dan prasarana," kata Kholis di kompleks kantor Gubernur Jateng di Semarang, Selasa (28/2/2023).
Menurutnya, kualitas pembangunan insfrastruktur di desa juga harus tetap diperhatikan. Oleh karenanya, tenaga ahli dan tenaga terampil pun dikerahkan. Selain itu, juga tetap memberdayakan masyarakat dengan melibatkan dalam proses pengerjaan pembangunan.
Sedangkan untuk pengawasan, terang Kholis, dilakukan berlapis dari masyarakat karena masuk APBDes, dan penyusunan APBDes juga melibatkan masyarakat.
Masyarakat juga bisa mengawasi pembangunan infrastruktur di desa karena di lokasi terdapat papan proyek dan sebagainya.
"Inspektorat juga melakukan pembinaan dan kader kami juga terjun ke lapangan secara acak melakukan pengawasan. Harapannya, uang yang digelontorkan ke desa bisa untuk membangun dengan baik. Maksud untuk memberikan tambahan penghasilan bagi warga miskin bisa terlaksana," terangnya.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mengatakan bahwa dana desa diberikan oleh pemerintah sebagai upaya untuk pemerataan kemajuan Indonesia. Dengan dana desa tersebut, diharapkan desa dapat semakin maju dan berkembang.
“Pemerintah hanya memfasilitasi, pengguna dana desa yang bekerja. Saya titip pesan, tolong penggunaan dana desa benar-benar sesuai program, transparan, akuntabel dan bermanfaat. Tolong libatkan masyarakat dan buka ruang informasi publik seluas-luasnya agar masyarakat dapat ikut mengawasi,” kata Ganjar. (RO/OL-09)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Saat menjadi narasumber pada seminar itu, Ahmad Luthfi membeberkan sejumlah praktik baik yang sudah dilakukan di Provinsi Jawa Tengah selama ia memimpin.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki 88 Desa Mandiri Sampah. Puluhan desa tersebut dijadikan sebagai prototipe untuk dikembangkan di desa-desa lain.
Proyek yang dikembangkan oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) ini diyakini tak hanya mengerek produksi susu nasional, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara signifikan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap, setelah penandatanganan ini segera dieksekusi tentang pelaksanaan pengelolaan sampah di dua wilayah aglomerasi itu.
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akrab saat keduanya bersua di acara LKPD
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyiapkan program arus balik pada 27 dan 28 Maret 2026, yang dikoordinasikan pemerintah kabupaten dan kota di daerah asal pemudik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved