Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tepat untuk kendaraannya di saat mudik dan perjalanan jauh perlu menjadi pertimbangan. Pasalnya, proses pembakaran BBM yang baik pada mesin akan meningkatkan performa kendaraan, sekaligus memberikan kenyamanan berkendara.
Salah satu pertimbangan BBM yang tepat yakni yang memiliki oktan tinggi, seperti Pertamax. Penggunaan BBM dengan oktan tinggi akan membuat pembakaran mesin lebih sempurna, terutama pada mobil terkini yang memang sesuai dengan saran pabrikan.
Pecinta otomotif Semarang, Edito Baskoro, yang juga Ketua Honda City Club Indonesia Chapter Semarang mengatakan, pemilihan BBM yang baik akan menentukan performa kendaraan. Penggunaan Pertamax akan membuat performa mesin lebih bertenaga.
"Selain itu, untuk perjalanan jauh, penggunaan Pertamax lebih irit dibandingkan dengan Pertalite, sehingga perjalanan jadi lebih nyaman," kata Edito, Selasa (26/4).
Selain itu, lanjutnya, membeli Pertamax di SPBU juga lebih praktis dan tidak perlu antri, mengingat disediakan jalur khusus untuk pembelian Pertamax. Sedangkan pengisian BBM untuk persiapan perjalanan jarak jauh juga diusahakan penuh.
"Jika perjalanan jauh, lebih dari 400 km sekali jalan, usahakan selalu full tank. Dan usahakan juga posisi BBM tidak kurang dari 1/2 indikator untuk melakukan pengisian hingga penuh kembali," ujarnya.
Edito mengingatkan, untuk melakukan perjalanan jauh, perlu juga melakukan pengecekan sejumlah komponen mobil seperti oli, rem, dan radiator.
Terpisah, Kepala Bengkel Nasmoco Gombel, M Syafruddin Ma'ruf mengatakan, penggunaan BBM jenis Pertamax akan membuat mobil lebih responsif dan irit, karena pembakaran lebih sempurna. Apalagi Pertamax mempunyai emisi yang lebih bersih dan lebih ramah lingkungan.
"Beda jika menggunakan BBM dengan oktan rendah akannmemiliki resiko untuk kendaraan, karena pembakaran yang tidak sempurna. Pembakaran yang buruk akan menyebabkan kendaraan menjadi boros dan kurang responsif," kata Syafrudin.
Menurutnya, pemilihan bahan bakar yang tepat membuat mobil lebih irit dalam mengkonsumsi BBM. Selain itu, agar mobil tidak boros, disarankan agar menjaga putaran mesin mobil stabil dan tidak sering melakukan kick down atau akselerasi instan.
"Selain pemilihan jenis BBM yang tepat, agar BBM tidak boros juga ada trik tersendiri dari sisi cara mengemudinya, yakni dengan menjaga putaran mesin tetap stabil, serta jaga jarak dengan kendaraan di depannya. Yang terpenting lagi, tidak sering melakukan kick down (akselerasi instan) atau ngebut, dan menghindari stop and go," ungkapnya.
Syafruddin menambahkan, sebelum melakukan perjalanan jarak jauh, ada baiknya pengemudi melakukan pengecekan sejumlah komponen, seperti oli, busi, pengapian, timming, saringan udara. Selain itu, kelistrikan harus prima, accu, stater, pengisian, lampu lampu, wiper, AC, Audio, power window.
"Cek air radiator, seperti tutup radiator, motor dan radiator, pastikan tidak ada kebocoran air pendingin. Kemudian periksa bagian kaki-kaki, seperti shock breaker, bearing roda, power steering, balljoint. Untuk balance, spooring, tekanan ban, ketebalan ban, umur ban pun perlu untuk dicek," pungkasnya.(OL-13)
Baca Juga: Bandara Juanda Siapkan 518 Extra Flight saat Libur Lebaran 2022
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Sebagai salah satu pilar penting dalam akuisisi pengetahuan, kegiatan membaca perlu dipromosikan kepada segenap masyarakat dalam pelbagai kesempatan.
KETIKA jalan-jalan sepanjang koridor yang menghubungkan kota-desa makin ramai, bahkan macet, sementara kota-kota besar mulai ditinggal penduduknya, maka itulah momen mudik Lebaran.
BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tercatat melayani hingga 595 ribu pergerakan penumpang selama 10 hari berjalannya Posko Angkutan Lebaran 2026/1447 H.
Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
DI tengah meningkatnya dampak perubahan iklim yang semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa aksi nyata tidak lagi dapat ditunda.
Di salah satu stasiun pengumpul migas, Nadia Silvia menjalankan tugasnya sebagai operator di Stasiun Pengumpul Bambu Besar Pertamina EP Field Subang.
PT Pertamina mengapresiasi dan mendukung upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM dan Elpiji. Hal itu dilakukan melalui sinergi bersama aparat penegak hukum.
Jaksa Penuntut Umum menuntut lima terdakwa dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dengan hukuman penjara antara 6 hingga 12 tahun
Pentingnya transparansi pemerintah dalam menjelaskan alasan di balik kebijakan penyesuaian harga tersebut kepada publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved