Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Riau menangkap 21 anak baru gede (ABG) berusia 15-18 tahun yang sengaja membawa batu dan minuman keras dalam aksi demo UU Cipta Kerja pada 8-9 Oktober lalu di DPRD Riau.
"Kami menemukan fakta mengejutkan dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 8 dan 9 Oktober itu. Adik-adik di bawah umur seperti Adit 15, Yahya, 16, dan lainnya membawa batu dan minuman keras di dalam tasnya. Total ada 21 orang yang diamankan dan telah kami kembalikan ke orang tuanya," kata Kapolda Riau Inspektur Jenderal (Irjen) Agung Setya Imam Effendi di Pekanbaru, Selasa (13/10).
Agung menjelaskan, sebanyak 21 ABG itu pergi mengikuti aksi unjuk rasa mahasiswa dengan persiapan membawa batu hingga minuman keras di dalam tasnya. Polisi berhasil menangkap mereka lalu memberikan teguran serta nasehat yang baik, dan memulangkan kembali kepada orang tuanya.
"Kami meminta orang tua menjaga anaknya agar bisa diawasi karena itu (membawa batu dan minuman keras) bukan budaya melayu," jelas Agung.
Selain itu, Polda Riau juga berhasil menangkap Guntur yang diduga kuat pelaku perusakan mobil Polantas sekaligus penyusup dengan memakai jaket almamater Universitas Lancang Kuning (Unilak) dalam aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja Omnibus Law di Pekanbaru pada Kamis (8/10).
Guntur yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik alat berat di Kabupaten Siak, Riau, diduga merencanakan turut serta menyusup mengikuti aksi unjuk rasa mahasiswa.
"Guntur bersama empat rekannya pada malam tanggal 7 Oktober sebelum hari H aksi unjuk rasa itu diketahui sudah berkumpul di rumahnya. Mereka merencanakan dan mencari jaket almamater mahasiswa guna bisa menyusup dalam aksi BEM se Riau itu. Sebelumnya rencana aksi mahasiswa pada 8 Oktober di DPRD Riau telah menyebar di media sosial," ungkap Kapolda.
Agung menjelaskan, pada awalnya demo mahasiswa berjalan dengan baik. Mahasiswa menyampaikan aspirasi menolak UU cipta lapangan kerja Omnibus Law. Namun unjuk rasa menjadi kurang terkoordinir saat penunjukkan perwakilan mahasiswa yang bisa melakukan pertemuan dengan DPRD Riau.
"Mereka sepertinya demo yang tidak terkoordinir dengan baik. Apalagi anggota DPRD pada saat itu juga tidak lengkap. Yang kami tahu dari Guntur ini, ia telah mengikuti ketika rombongan demo sedang menuju ke DPRD," ujar Kapolda.
Kapolda menambahkan ketika komunikasi perwakilan mahasiswa dengan DPRD Riau mulai tidak baik dan kondisi mulai tegang, tersangka Guntur ikut rombongan mahasiswa yang akan membubarkan diri
"Dari rekaman CCTV tampak saat rombongan melihat ada mobil patroli Polantas yang parkir di depan Hotel Tjokro, massa mulai melempar batu. Guntur pertama memulai menendang merusak mobil itu. Dia menjadi pemantik hingga yang lain ikut menendang pintu, memecahkan kaca, memukul, hingga mobil dibalikkan," terang Kapolda.
baca juga: Wali Kota Pematangsiantar Apresiasi Demo Mahasiswa Tertib
Sejauh ini pihak Unilak belum melakukan laporan polisi terkaiti penggunaan jaket almamater oleh bukan mahasiswa.
"Rektor Unilak sudah menelpon dan berterima kasih kepada Polda Riau karena telah membuktikan pelaku bukan mahasiswa Unilak. Sampai saat ini belum ada laporan dari Unilak," ujar Agung.
Menurut Agung, dengan temuan fakta penyusupan, persiapan perencanaan, dan identitas palsu maka polisi akan menuntut pelaku perusakan dengan Pasal 170 KUHP ancaman 5-15 tahun.
"Saya belum bisa menyimpulkan ditunggangi. Beri kami waktu mendalaminya. Tetapi dari fakta ini ada sesuatu yang disiapkan. Dia sudah menutupi diri dengan identitas palsu dan menyusup," pungkas Agung.(OL-3)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Sebanyak dua pesawat melakukan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di provinsi Riau. Kegiatan untuk membuat hujan buatan tersebut dilaksanakan oleh BNPB.
Karang Taruna berperan penting dalam mendukung program-program strategis pemerintah pusat, termasuk visi pembangunan nasional.
Pengungkapan kasus ini bukan sekadar keberhasilan penegakan hukum, melainkan bagian penting dari upaya menyelamatkan masyarakat dari ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan
SEORANG siswa berinsial MA,15, meninggal dunia akibat insiden ledakan senjata api di SMP swasta di Kabupaten Siak, Riau, Rabu (8/4). Korban sebelumnya mencoba menggunakan senjata api
Dukungan mayoritas dari 12 kabupaten/kota mengantarkan Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Rahul, sebagai calon tunggal Ketua Karang Taruna Provinsi Riau
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik lebaran 2026.
Polda Sumut mengerahkan sedikitnya 11.417 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait.
kultur kekerasan yang masih melekat dalam tubuh Kepolisian menunjukkan bahwa reformasi kepolisian pasca-pemisahan dari ABRI belum berjalan tuntas.
Dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga.
Polda Jabar juga menyediakan 128 personel dari satuan SAR Brimob yang meliputi unit SAR, K9, serta pengemudi kendaraan rescue.
Polisi bertindak setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa JM hendak membawa sabu menuju Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulteng, menggunakan jasa rental angkutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved