Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CENGKRAMAN mafia atas penguasaan timah di Provinsi Bangka Belitung (Babel) makin memprihatinkan. Semakin jauh dari tujuan Sumber Daya Alam (SDA) yang diperuntukan sebagai kemakmuran rakyat namun justru dikuasai oleh segelintir orang.
Presidium Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) Agung Wibowo menyayangkan bahwa saat ini keberpihakan pemerintah dan negara ternyata bukan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara ini, melainkan untuk penguasa-penguasa ekonomi terutama di bidang pertambangan.
"Pemerintah seolah tutup mata dan telinga, apa keinginan dari masyarakat,” kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7).
Agung mengungkap, indikasi keterlibatan mafia tambang (timah) di Babel sudah menjadi rahasia umum. Bahwa dugaan pengusaja HM disebut memiliki peran yang sangat dominan dalam mengendalikan sektor timah di Babel.
HM, dikatakan Agung diduga turut campur meramu regulasi yang menguntungkan diri sendiri serta kelompoknya. Agung menduga, terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang hanya kepada lima perusahaan yaitu PT. Refined Bangka Tin, CV. Venus Inti Perkasa, PT. Tinindo Inter Nusa, PT. Sariwiguna Bina Sentosa dan PT. Stanindo Inti Perkasa tak lepas dari pengaruh HM.
“Diduga seorang HM dapat mengatur mana perusahaan tambang yang boleh dan tidak boleh beroperasi di sana. Semua harus melalui HM, sebagai pemain tunggal dalam bisnis sektor pertambangan timah di Babel,” pungkas Agung.
Agung menyarankan, baiknya Kementian ESDM sebagai regulator menelisik dan meresapi kembali UU No 4/2009 yang memberikan amanat Sumber daya alam yang tak terbarukan merupakan kekayaan nasional yang dikuasai oleh negara untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat.
“Bukan untuk bancakan bahkan menimbun kekayaan pribadi-pribadi,” himbau Agung. (OL-13)
Baca Juga: Praktek Oligopoli Tambang Timah di Babel Melawan Hukum
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Dalam bahasa Bangka, nganggung berarti membawa wadah atau dulang dengan telapak tangan sejajar dengan pundak, dari rumah menuju masjid, surau, atau balai desa.
Di Pasar Kite Sungailiat Bangka harga cabai rawit saat ini dijual Rp75 ribu per kg untuk lokal, sedangkan cabai rawit luar Rp75 ribu per kg.
Tim gabungan berhasil menangkap kembali 8 tahanan yang kabur dari Mapolres Bangka dalam waktu kurang dari 48 jam. Satu orang menyerahkan diri.
Bupati Bangka Feri Insani, meminta ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar tetap tenang dan mempercayakan kepada pemerintah daerah.
Plastik berbahan baku murni dijual dengan harga Rp23 ribu per bungkus, dari harga sebelumnya Rp15 ribu per bungkus.
Langkah penjajakan investasi tersebut dianggap amat penting, karena Indonesia disebut berkontribusi sekitar 18% terhadap pasokan timah dunia.
PT Timah Tbk resmi mengumumkan peluang kerja sama kemitraan tambang yang terbuka bagi para mitra potensial khusunya penambangan di laut dengan Kapal Isap Produksi.
DALAM upaya memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik serta para pemegang saham, PT Timah Tbk menggelar Public Expose Insidentil secara daring pada Rabu (15/10).
Dalam upaya memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik serta para pemegang saham, PT Timah Tbk menggelar Public Expose Insidentil secara daring pada Rabu (15/10).
Pemerintah melalui Kejaksaan Agung baru-baru ini menyerahkan sejumlah aset rampasan negara senilai sekitar Rp6-7 triliun, termasuk enam smelter timah
KPK merasa puas dengan keputusan hakim memberikan pidana denda dan pengganti kepada Antonius, yang dinilai sesuai dengan harapan jaksa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved