Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT musim angin utara, banyak nelayan di pesisir Batam tidak dapat turun melaut untuk mencari nafkah. Kuatnya tiupan dan tingginya gelombang membuat nelayan di daerah ini mengurungkan niat melaut.
"Ombaknya mencapai 1,5 meter sudah beberapa hari ini, sehingga kami untuk sementara tidak dapat melaut. Biasanya tangkapan ikan satu harinya bisa untuk menghidupi keluarga dalam dua hari ke depan. Untuk saat ini, kami berharap pada berjualan jagung bakar di sekitar Jembatan Barelang kepada turis asing," kata, Syaifudin salah seorang nelayan di kawasan Tanjung Uncang, Kecamatan Tanjung Uncang, Batam, Selasa (29/1).
Tidak hanya di kawasan Tanjung Uncang saja yang tidak bisa melaut. Hal yang sama juga terjadi kepada nelayan di kawasan pesisir lainnya. Seperti nelayan di Pulau Nipah, pulau yang berdekatan dengan Pulau Batam tersebut juga mengalami hal yang sama. Begitu pula dengan nelayan di kawasan Rempang, dan Galang.
Kecepatan angin, Selasa (29/1) siang, berdasarkan laporan dari BMKG Bandara Hang Nadim Batam kecepatan angin di sekitar Batam mendekati 30/km per jam.
Baca juga: PKPU Salurkan Bantuan Perahu ke Nelayan Pandeglang
Hal ini diakui juga oleh nelayan Pulau Nipah, Muin, 45, dia mengatakan dengan adanya cuaca buruk ini berpengaruh terhadap keadaan ekonomi mereka. Untuk saat ini, dia juga mengaku hanya dapat mencari ikan di seputaran pulau dan memilih untuk tidak mencari ikan terlalu ke tengah atau ke arah laut lepas.
"Bukan hanya kami saja, masih banyak nelayan di Batam yang merasakan hal serupa. Cuaca buruk tentu sangat berpengaruh terhadap kondisi keuangan kami," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudy meminta nelayan untuk tidak melaut terlalu jauh pada musim angin utara untuk mengantisipasi kecelakaan di laut. Nelayan diminta untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca ketika akan pergi melaut dan memberitahukan kepada orang tedekat posisi saat mereka melaut.
"Saat ini untuk melacak keberdaan mereka cukup menggunakn GPS dari telepon seluler. Jadi tetap memberitahu orang terdekat, karena banyak kasus nelayan hilang setelah putus kontak dengan orang terdekatnya," ujarnya.
Dia berharap, kondisi perangkat keselamatan saat mencari nafkah di laut diperhatikan dengan baik. Sebab, cuaca tidak mendukung berpontensi rawan kecelakaan. (OL-3)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih mengintai Indonesia selama periode 3-9 April 2026. Pada masa peralihan musim atau pancaroba ini.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, meski Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Berdasarkan laporan peristiwa ini terjadi pada Rabu (29/4) sekitar pukul 05.30 Wita. Saat itu korban sedang melaut bersama rekan-rekannya menggunakan kapal nelayan KM Putera.
Anggur laut merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat.
Tujuh nelayan berhasil diselamatkan tim keamanan Pertamina Hulu Mahakam setelah dua hari terombang-ambing di Selat Makassar akibat kapal rusak.
Sejumlah nelayan menarik jaring untuk diperbaiki saat tidak melaut di Dermaga Pelabuhan Ikan Muncar, Banyuwangi.
Sejumlah nelayan mencari kerang hijau di Pantai Satelit, Banyuwangi, Jawa Timur.
Operasi ini merupakan hasil sinergi seluruh unsur SAR yang terlibat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved