Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Kota Bekasi, Aan Suhanda dipanggil ke Mapolres Kota Bekasi, Kamis (7/11). Lelaki yang akrab disapa ‘Panglima’ tersebut diperiksa terkait dengan penerbitaan surat perintah tugas pengelolaan lahan parkir oleh organisasi masyarakat (Ormas) di Kota Bekasi.
Diduga kuat surat yang diteribatkan Bapenda Kota Bekasi itu yang jadi biang keladi unjuk rasa ormas yang meminta jatah pengurusan parkir di sejumlah toko retail. Sebab, surat tersebutlah yang digunakan Ormas dalam penarikan pajak parkir di minimarket yang ada di Kota Bekasi.
Kuasa hukum Aan Suhanda, M Purwadi membenarkan adanya surat pemanggilan terhadap kliennya itu. Hanya saja dia belum mengetahui pemeriksaan perihal apa saja.
“Terkait perihal apa pemeriksaannya saya belum tahu. Tapi yang pasti hanya klarifikasi saja,” kata Purwadi, Kamis (7/11).
Baca juga: Trotoar Dituduh Biang Macet, Bina Marga: Ini Konsistensi Lajur
Purwadi mengaku, pemanggilan kliennya ke pihak Polres Metro Bekasi kota yang kali pertama. Aan yang hadir sekitar pukul 10.00 itu hingga saat ini masih diperiksa.
“Kemungkinan terkait masalah Ormas,” katanya.
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing membenarkan adanya pemeriksaan kepala Bapenda Kota Bekasi. Namun, Erna mengaku, belum dapat menerangkan perihal pemanggilan atau pemeriksaan penyidik terhadap Aan Suhanda.
“Enggak tahu, terkait Ormas juga enggak tahu, memang betul dipanggil Kepala Bapenda,” tandas dia.
Diberitakan sebelumnya, aparat Polres Metro Kota Bekasi tengah mendalami penyelidikan surat perintah tugas pengelolaan lapak parkir pada anggota Organisasi Masyarakat (Ormas). Surat tersebut diketahui beredar setelah video berdurasi kurang lebih delapan menit viral di aplikasi percakapan ‘whatsapp’. Dalam video tersebut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda menyebut pemerintah akan memfasilitasi Ormas setempat untuk mengelola parkir di depan gerai retail di Kota Bekasi.
Bersamaan dengan video tersebut, sebuah pesan berantai pun menyertai. Dalam pesan tersebut tertulis bahwa Kota Bekasi mendukung ormas menjadi pemeras pengusaha retail di wilayah setempat. (OL-8)
Tanah yang merupakan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II itu dibersihkan dari bangunan permanen dan semipermanen guna mengakselerasi proyek pembangunan infrastruktur jalan dan drainase
Transformasi Bekasi dari rawa menjadi kawasan modern. Cerita warga, sejarawan, dan pengamat kota menggambarkan perubahan wajah Bekasi yang terus berkembang.
Kegiatan ini diintegrasikan dengan program lokal bertajuk Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari).
Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning Bekasi, Rabu (1/4) malam. Sebanyak 12 orang luka-luka, belasan kendaraan hangus, dan puluhan bangunan terdampak ledakan gas.
Ledakan keras mengguncang Cimuning, Bekasi. Diduga berasal dari SPBE, api masih berkobar dan terdengar ledakan susulan. Warga panik, ambulans berdatangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Pesta pernikahan di Purwakarta berubah jadi tragedi. Tuan rumah meninggal dunia usai diduga dianiaya sekelompok preman, polisi buru pelaku.
Peradi mengutuk keras aksi sekelompok preman yang menganiaya atau mengeroyok advokat yang sedang menjalankan tugas profesinya.
Tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP tidak memiliki asas kebermanfaatan dan hanya membuat gaduh.
Selama 11 hari Operasi Berantas Jaya 2025 di wilayah Jadetabek, polisi menangkap 2.406 orang terkait aksi premanisme.
SEBANYAK 13 ribu pecalang dari 1.500 desa Aladat seluruh Bali berkumpul di Lapangan Renon Denpasar, Sabtu (17/5).
Tim Saber Pungli diturunkan dan berhasil mengamankan puluhan orang yang diduga preman karena diduga telah mengganggu aktivitas perekonomian di Pasar Sandang Jatibarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved