Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyindir pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Joe Biden yang menangkap lebih 2.200 mahasiswa yang melakukan aksi pro-Palestina. Sikap represif itu, kata dia, berseberangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi yang selalu digaungkan 'Negeri Paman Sam' itu.
Hasina mempertanyakan langkah AS tersebut. Dia menyebut jika hal itu dilakukan negara-negara miskin atau berkembang, tindakan tersebut akan langsung dicap AS sebagai pelanggaran demokrasi atau HAM.
“Yang terbesar adalah 900 mahasiswa dan guru ditangkap karena melakukan demonstrasi pro-Palestina. Hal ini telah terjadi di AS. Ini adalah bagian dari demokrasi AS?” katanya pada konferensi pers setelah kunjungannya ke Thailand, baru-baru ini.
Baca juga : Benjamin Netanyahu Dongkol Diprotes Mahasiswa AS terkait Palestina
Sungguh disayangkan mendengarkan ceramah tentang HAM dari AS, tambah PM Hasina.
“Insiden penembakan terjadi di sekolah, pusat perbelanjaan, dan restoran dan banyak orang meninggal. Tampaknya tidak ada satu hari pun di Amerika ketika tidak ada orang yang terbunuh,” sebut Hasina.
Ia menambahkan AS harus mengurus situasi HAM dalam negeri terlebih dahulu sebelum menjadi hakim bagi negara-negara lain.
Baca juga : Presiden AS Joe Biden Dukung Kebebasan Berekspresi di Kampus-Kampus
Mengulangi pendirian tegas Bangladesh untuk Palestina, Hasina mengatakan Bangladesh mendukung Palestina dan akan mengirimkan lebih banyak dukungan kemanusiaan kepada mereka.
“Apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah genosida,” tegasnya, merujuk pada serangan Israel di wilayah terkepung tersebut.
Demonstrasi di kampus-kampus AS dimulai pada 17 April di Universitas Columbia untuk memprotes serangan brutal Israel di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 34.500 warga Palestina dan melukai 77.700 lainnya sejak 7 Oktober.
Protes ini juga menjadi titik nyala bagi gerakan yang lebih luas untuk memprotes dukungan AS yang tidak tergoyahkan terhadap genosida Israel, yang dipicu serangan Hamas tahun lalu yang menewaskan sekitar 1.200 orang. (Anadolu/Z-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Andrie Yunus (KontraS) kirim surat ke Presiden Prabowo, tolak pengadilan militer kasus penyiraman air keras dan minta pembentukan TGPF segera.
Sembilan polisi di India dijatuhi hukuman mati setelah terbukti menyiksa ayah dan anak hingga tewas di dalam tahanan. Kasus ini membongkar sisi gelap brutalitas polisi.
PRAKTISI hukum Agus Widjajanto menekankan pentingnya mempertimbangkan kemungkinan adanya pola yang lebih besar, termasuk dalam bentuk information warfare atau perang informasi.
Kontras mendesak pembentukan TGPF untuk mengusut tuntas serangan sistematis terhadap Andrie Yunus dan membongkar aktor intelektual di balik teror ini.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Tujuh anggota timnas putri Iran memutuskan menetap di Australia karena alasan keamanan, sementara pemain lainnya pulang di bawah bayang-bayang ancaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved