Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Dewan Keamanan PBB melakukan perjalanan ke Mesir pada Senin (11/12) untuk bertemu warga Jalur Gaza, Palestina, yang menjadi korban perang akibat serangan membabi buta Israel. Kunjungan itu dilakukan beberapa hari setelah Amerika Serikat memblokir resolusi gencatan senjata.
Perjalanan informal satu hari yang diselenggarakan Uni Emirat Arab dan Mesir terjadi di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan di Gaza yang dilanda perang. Krisis itu digambarkan sebagai kuburan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Sekitar selusin duta besar dari negara-negara, termasuk Rusia dan Inggris, ikut ambil bagian. Namun, Amerika Serikat (AS), yang memveto resolusi Dewan Keamanan untuk menyerukan gencatan senjata pada Jumat, tidak mengirimkan perwakilannya. Begitu pula Prancis.
Baca juga: Israel Serang Gaza Selatan Setelah Peringatan Hamas
Para utusan tersebut mengunjungi satu rumah sakit di El-Arish dekat perbatasan Rafah dengan Gaza. Rumah sakit ini merawat orang-orang yang telah dievakuasi dari konflik.
Di antara orang-orang yang mereka temui ialah Wafaa Asaad, seorang remaja berusia 27 tahun dari Gaza. Ia sedang hamil tua ketika rumahnya terkena serangan Israel dan menewaskan suaminya serta melukai kedua putrinya.
Baca juga: Drone Hizbullah Menyerbu, Beberapa Tentara Israel Terluka
Dia dievakuasi ke Mesir untuk perawatan medis serta lengan dan kakinya diamputasi. Namun secara ajaib ia berhasil melahirkan hanya beberapa jam setelah melintasi perbatasan.
Itu dikatakan saudara perempuannya, Alaa, kepada AFP. "Pesan kami kepada PBB ialah kami ingin perang dihentikan," kata Alaa. Keponakannya yang baru lahir terbaring di tempat tidur di sampingnya.
Utusan Ekuador Jose de la Gasca mengatakan kepada AFP bahwa dia hancur dengan kunjungan ke rumah sakit tersebut. "Saya baru saja bertemu dengan seorang ibu muda yang kehilangan anaknya dan memiliki seorang gadis kecil lagi yang terluka," katanya.
"Saya tidak ingin melihat lagi yang baru saja saya lihat. Ini mengerikan."
Para diplomat tersebut kemudian dijadwalkan mengunjungi penyeberangan Rafah, satu-satunya pintu gerbang ke Gaza. Keberangkatan melalui penyeberangan dikontrol dengan ketat dan hanya warga negara asing serta orang-orang yang terluka parah yang diizinkan meninggalkan Gaza dalam sebagian besar keadaan.
Berbicara di awal perjalanan, utusan UEA Lana Nusseibeh mengatakan perjalanan tersebut bukanlah tugas resmi Dewan Keamanan. Para anggotanya ikut ambil bagian dalam perjalanan tersebut atas inisiatif nasional dan pribadi mereka sendiri.
Philippe Lazzarini, kepala badan pengungsi Palestina di PBB, UNRWA, memberi pengarahan kepada para utusan tersebut mengenai situasi kemanusiaan sebelum ia menuju ke Gaza untuk kunjungan ketiganya sejak dimulainya perang pada Oktober. Ada, "Frustrasi mendalam, kekecewaan, dan kemarahan (bahwa) kita bahkan tidak dapat mencapai konsensus untuk gencatan senjata," kata Lazzarini.
"Tidak ada tempat yang benar-benar aman di Jalur Gaza. Bahkan gedung PBB yang saat ini menampung lebih dari satu juta orang telah terkena dampaknya," tambahnya.
"Kelaparan merajalela di Gaza. Semakin banyak orang yang belum makan selama satu hari, dua hari, tiga hari. Orang-orang kekurangan segalanya."
Perang ini dipicu ketika Hamas, kelompok Palestina yang menguasai Gaza, melakukan serangan paling mematikan terhadap Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang, menurut data Israel, dan menyandera sekitar 240 orang kembali ke Gaza. Israel membalas dengan serangan militer yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan menewaskan sedikitnya 17.997 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas. (AFP/Z-2)
Laporan Al Akhbar mengungkap pengalihan dana rekonstruksi Gaza sebesar US$17 miliar ke Israel di tengah ketegangan AS-Iran. Simak detail manuver politiknya.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komisaris UNRWA Philippe Lazzarini menyerukan pembentukan panel ahli tingkat tinggi untuk selidiki kematian 390 staf PBB di Gaza. Baca selengkapnya di sini.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi memberikan jaminan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan Malaysia kepada masyarakat Gaza.
Belanda dan Islandia resmi bergabung dengan Afrika Selatan dalam gugatan dugaan genosida Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) per Maret 2026.
Peringatan tahun ini juga diwarnai suasana duka mendalam menyusul kabar gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved