Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GENCATAN senjata sementara dan pembebasan puluhan tawanan dari kelompok Hamas, paling cepat dilaksanakan hari Jumat. Sebab, pasukan Israel masih membombardir wilayah Gaza.
Pembebasan tersebut merupakan bagian dari gencatan senjata sementara, yang awalnya diperkirakan akan berlangsung selama empat hari. Kesepakatan itu disepakati oleh Israel dan Hamas pada Rabu (22/11) dan juga mencakup pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Gaza.
Para tawanan seharusnya ditukar dengan sejumlah warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
"Negosiasi mengenai pembebasan sandera kami mengalami kemajuan dan terus berlanjut," kata Penasihat Keamanan Nasional Israel, Tzachi Hanegbi, dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor perdana menteri.
Baca juga: Qatar Harap Gencatan Senjata Berujung pada Perundingan Damai Berkelanjutan
"Awal pembebasan akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan awal antara kedua belah pihak, dan tidak akan dilakukan sebelum hari Jumat," katanya.
Lembaga penyiaran publik Israel, Kan, mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya. Dilaporkan bahwa ada penundaan selama 24 jam karena perjanjian tersebut belum ditandatangani oleh Hamas dan Qatar, yang merupakan mediator utama dalam kesepakatan tersebut.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa mereka optimis perjanjian tersebut akan dilaksanakan ketika ditandatangani.
Baca juga: Jelang Gencatan Senjata dengan Israel, 200 Warga Palestina Terbunuh
"Tidak ada yang mengatakan akan ada pembebasan besok kecuali media. Kami harus menjelaskan bahwa tidak ada pembebasan yang direncanakan sebelum hari Jumat, karena ketidakpastian yang dihadapi oleh keluarga para sandera," Kan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Media Israel lainnya menerbitkan laporan serupa, mengutip pejabat anonim, bahwa jeda pertempuran dengan Hamas tidak akan dimulai sebelum hari Jumat.
Lebih dari 14.500 orang telah terbunuh di Gaza sejak Israel memulai serangannya ke wilayah tersebut sebagai tanggapan atas serangan Hamas ke Israel yang menewaskan sedikitnya 1.200 orang.
Sekitar 240 orang diculik oleh pejuang Hamas, dan hanya empat orang yang telah dibebaskan sejauh ini.
(Aljazeera/Z-9)
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved