Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARLEMEN Libanon pada Senin (21/9) menyetujui kabinet baru Perdana Menteri Najib Mikati. Kabinet akan bertugas menarik negara itu keluar dari krisis ekonomi yang mendalam setelah 13 bulan kebuntuan politik.
Krisis ekonomi telah menghabiskan cadangan bank sentral, mendevaluasi mata uang lebih dari 90%, dan menjatuhkan tiga dari empat warga di bawah garis kemiskinan. Ribuan dari mereka beremigrasi.
Bank Dunia menyebutnya sebagai salah satu krisis ekonomi terburuk di planet ini sejak 1850-an. Setelah sesi delapan jam maraton untuk memeriksa rencana aksi pemerintah, 85 anggota parlemen memilih barisan Mikati sementara 15 memilih menentang, menurut penghitungan yang diumumkan oleh ketua parlemen Nabih Berri.
Pemerintah sementara telah memimpin sejak Agustus tahun lalu ketika perdana menteri dan kabinet mengundurkan diri setelah ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut.
Kabinet Mikati yang beranggotakan 24 orang diharapkan menawarkan solusi untuk kekurangan obat-obatan dan bahan bakar serta meluncurkan program kartu jatah untuk melindungi yang paling miskin. Mereka harus melakukan negosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan mengawasi persiapan pemilihan parlemen yang dijadwalkan Mei tahun depan.
Baca juga: Dapat Bahan Bakar Iran, Hizbullah makin Berkuasa di Libanon
Komunitas internasional telah menuntut reformasi menyeluruh dan audit forensik terhadap bank sentral Libanon sebelum bantuan keuangan disalurkan ke negara itu. Ilmuwan politik Karim Mufti mengatakan menerapkan reformasi yang diperlukan akan membutuhkan keberanian politik yang tidak akan dimiliki pemerintah ini. (AFP/OL-14)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved