Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM pembicaraan internasional mengenai program nuklir Iran pada Sabtu (12/6) malam, kepala perunding Iran tidak berpikir mereka dapat menyimpulkan pembicaraan terkait kesepakatan nuklir pekan ini.
"Secara pribadi, saya tidak berpikir kita dapat mencapai kesimpulan pekan ini," kata Abbas Aragchi dari Iran kepada penyiar negara Iran setelah putaran keenam pembicaraan dilanjutkan di Wina.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Rusia membuat poin yang sama setelah muncul dari pembicaraan di ibu kota Austria, Wina, yang mengatakan beberapa minggu lagi diperlukan untuk menyelesaikan teks yang ada, menurut sebuah pernyataan di Twitter.
Untuk diketahui, rakyat Iran akan memberikan suara pada 18 Juni untuk memilih pengganti Presiden Hassan Rouhani, yang telah menjabat maksimum dua kali masa jabatan yang diizinkan oleh konstitusi.
Beberapa analis mengatakan tidak mungkin ada kesepakatan yang akan dibuat sebelum pemilu selesai.
Baca juga: Iran Lelah Disanksi Satu Dekade Terus Menerus
Perwakilan dari Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia dan Iran bertemu di Wina untuk membawa AS kembali ke kesepakatan nuklir Iran dan Teheran kembali mematuhi kesepakatan tersebut.
Kesepakatan nuklir tersebut telah digantung sejak Presiden AS Donald Trump mengeluarkan Amerika Serikat dari kesepakatan tersebut pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi kepada Iran. Itu kemudian membuat Teheran meningkatkan kegiatan nuklirnya, yang telah lama dibatasi oleh kesepakatan itu.
Presiden AS Joe Biden telah menunjukkan kesediaan untuk bergabung kembali dengan perjanjian itu, setelah yakin Iran bersedia menghormati komitmennya. Negosiator dari AS mengambil bagian secara tidak langsung dalam diskusi yang diketuai Uni Eropa di Wina.(AFP/OL-5)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved