Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAB Saudi, Selasa (18/5), memanggil Duta Besar Libanon untuk memprotes pernyataan 'menghina' yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Libanon bahwa negara-negara Teluk bertanggung jawab atas hadirnya kelompok ekstremis Islamic State (IS).
Arab Saudi tampaknya menjauhkan diri dari mantan sekutunya itu setelah Libanon kini dikuasai kekuatan syiah, Hezbollah, yang didukung oleh rival Riyadh, Iran.
Menteri Luar Negeri Libanon Charbel Wehbe memicu ketegangan dengan Arab Saudi setelah pada Senin (17/5), dalam debat di televisi, mengatakan negara-negara Teluk berada di balik munculnya kelompok-kelompok ekstremis di Irak dan Suriah.
Baca juga: Korban Tewas Meningkat dalam Konflik Israel-Gaza
Wehbe mengatakan itu saat berdebat dengan perwakilan Arab Saudi dalam acara televisi itu setelah dia menuding Presiden Libanon Michel Aoun menyerahkan negaranya ke tangah Hezbollah.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dengan keras mengencam pernyataan menghina Wehbe dan menyebutnya tidak sejalan dengan norma-norma diplomasi.
"Kementerian telah memanggil Duta Besar Libanon untuk mengungkapkan penolakan dan kecaman kerajaan atas komenter Menteri Luar Negeri Libanon," ungkap Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dilansir kantor berita Saudi Press Agency.
Wehbe, Selasa (18/5), meminta maaf dan mengaku tidak bermaksud menyinggung Arab Saudi.
Dalam pernyataan terpisah, Sekretaris Jenderal Komisi Kerja Sama Teluk Nayef al-Hajraf menuntut Wehbe meminta maaf secara resmi terkait pernuataannya.
Pemerintah Libanon pun dengan cepat menjauhkan diri dari pernyataan Wehbe yang membuat marah Arab Saudi itu.
Aoun, dalam sebuah pernyataan, mengatakan apa yang dikatakan Wehbe adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan posisi Libanon sembari menggarisbawahi hubungan akrab Libanon dengan Arab Saudi dan negara Teluk lainnya. (AFP/OL-1)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi penembakan massal yang menewaskan 15 orang di perayaan Hanukkah Bondi dipicu oleh ideologi 'Islamic State'.
PASUKAN militer Amerika Serikat (AS) dan Irak melancarkan operasi gabungan menargetkan kelompok radikal Islamic State (ISIS).
Mantan istri seorang pejabat Islamic State, didakwa atas kejahatan terhadap kemanusiaan karena diduga memperbudak seorang gadis Yazidi remaja di Suriah.
Badan sepak bola Eropa UEFA mengatakan semua pertandingan harus tetap berjalan meski ada ancaman.
IRGC dilaporkan melancarkan serangan rudal terhadap sejumlah target "teroris" di Suriah dan wilayah Kurdistan Irak.
Otoritas Jerman memperpanjang penahanan dua tersangka terkait dugaan rencana serangan terhadap katedral Koln yang dijadwalkan pada Tahun Baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved