Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara setidaknya menembakkan satu rudal yang diyakini sebagai Submarine-Launched Ballistic Missile (SLBM) atau rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam pada Rabu (2/10). Kejadian itu terjadi menjelang dimulainya kembali perundingan denuklirisasi antara Korut dengan Amerika Serikat (AS).
Lebih lanjut, Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS) mengungkapkan rudal itu diyakini merupakan jenis Pukkuksong, sebuah SLBM Korea Utara. Rudal tersebut ditembakkan ke arah timur dari lepas pantai timur dekat Wonsan, Provinsi Kangwon pada pukul 07.11 pagi dan meluncur sekitar 450 kilometer pada ketinggian maksimum sekitar 910 km.
"Militer kami sedang memantau situasi jika ada peluncuran tambahan dan mempertahankan keadaan siap siaga," ujar JCS, sembari menyerukan Korea Utara untuk menghentikan tindakannya yang dapat meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
Dewan Keamanan Nasional (NSC) Korsel segera mengadakan pertemuan darurat dan menyatakan keprihatinannya yang besar atas peluncuran rudal tersebut. Adapun Pasukan Amerika Serikat Korea (USFK) mengatakan bahwa mereka mengetahui adanya peluncuran rudal yang kemungkinan besar dilancarakan dari Korea Utara.
"Kami mengetahui laporan kemungkinan peluncuran rudal Korea Utara. Kami terus memantau situasi dan berkonsultasi dengan sekutu kami di kawasan itu," terang juru bicara USFK Kolonel Lee Peters dalam pernyataannya kepada Kantor Berita Yonhap.
Sementara itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik. Dan salah satu proyektilnya jatuh ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.
"Salah satu proyektil terlihat jatuh di perairan dalam Zona Ekonomi Eksklusif Jepang," ujar Yoshihide Suga dalam konferensi pers.
Ini adalah kesebelas kalinya peluncuran rudal oleh Korea Utara sepanjang tahun ini. Adapun pada Juli lalu, Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) melaporkan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tengah memeriksa kapal selam yang baru saja dibangun. Ia juga menyerukan pengembangan angkatan laut bersenjata untuk meningkatkan kemampuan militer negara itu.
baca juga: Proyektil Korut Diduga Jatuh di Kawasan ZEE Jepang
Peluncuran itu terjadi sehari setelah Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korut Choe Son-hui mengatakan Pyongyang dan Washington setuju melanjutkan pembicaraan nuklir tingkat kerja pekan ini. Dialog antara AS dan Korut telah terhenti sejak runtuhnya pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, Februari lalu. (OL-3)
Kim Jong Un memuji aksi bunuh diri tentara Korea Utara di medan perang Rusia-Ukraina demi hindari penangkapan. Simak detail kerja sama militer Pyongyang-Moskow.
Selandia Baru laporkan dugaan pelanggaran sanksi Korea Utara di laut, termasuk transfer ilegal antar kapal dan 35 kapal mencurigakan ke PBB.
Korea Utara meluncurkan rudal balistik jarak pendek dari Sinpho. Aksi ini dinilai sebagai unjuk kekuatan di tengah konflik AS-Israel dengan Iran.
Departemen Kehakiman AS menjatuhkan hukuman penjara bagi dua warga New Jersey yang mengelola "laptop farm" untuk menyelundupkan pekerja IT Korea Utara ke perusahaan Fortune 500.
Korea Utara mengkritik keras Buku Biru Diplomatik Jepang 2026, menyebut seruan denuklirisasi sebagai provokasi serius dan tindakan anakronistis.
KOREA Utara meluncurkan dua rudal jelajah strategis dan tiga rudal anti-kapal, di bawah pengawasan Pemimpin Tertingginya Kim Jong Un, para pejabat pertahanan senior,
Perundingan AS-Iran di Pakistan gagal capai kesepakatan. GREAT Institute menilai inkonsistensi Barat soal nuklir jadi pemicu kebuntuan.
Dalam pidato yang telah disiapkan, dia mengatakan bahwa Iran dan proksinya tetap mampu menyerang kepentingan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Stasiun televisi Press TV Iran melaporkan pada Kamis (5/3) pagi bahwa militer menargetkan pasukan separatis anti-Iran itu, tanpa menyebutkan lokasi serangan tersebut.
DALAM dinamika politik global tahun 2026 yang kian memanas, pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, kembali mencuri perhatian dunia.
Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga mencapai kemurnian 60%, suatu tingkat yang jauh melebihi kebutuhan energi sipil.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved