Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK mengancam akan mengambil tindakan balasan jika Amerika Serikat melanjutkan rencana pembangunan pangkalan peluncuran rudal darat di wilayah Asia-Pasifik.
Ancaman itu muncul beberapa hari setelah Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, mengatakan, saat ini AS bebas untuk mengerahkan senjata setelah pekan lalu 'Negeri Paman Sam' menarik diri dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) dengan Rusia. Alasannya, Rusia melanggar perjanjian itu selama bertahun-tahun.
Di bawah pakta yang ditandatangani pada 1987 itu, Washington dan Moskow sepakat untuk membatasi penggunaan rudal konvensional dan nuklir dengan jangkauan 500-5.000 kilometer.
Perjanjian tersebut ditandatangani pemimpin kedua negara saat itu, Ronald Reagan dan Mikhail Gorbachev. "Tiongkok tidak akan berpangku tangan dan akan mengambil tindakan balasan jika AS mengerahkan rudal darat jarak menengah," kata Fu Cong, direktur pengendalian senjata di Kementerian Luar Negeri Tiongkok, kemarin.
"Kami juga menyerukan kepada negara-negara tetangga kami untuk waspada dan tidak mengizinkan penempatan rudal jarak menengah AS di wilayah mereka," tambahnya sambil menyebut Australia, Jepang, dan Korea Selatan.
Australia sendiri menyampingkan kemungkinan rudal yang ditempatkan di wilayahnya. Mereka mengatakan, Canberra bahkan tidak diminta untuk menjadi tuan rumah penempatan rudal AS.
Perjanjian INF dianggap sebagai landasan kontrol senjata global. Namun, AS mengatakan bahwa pakta bilateral itu telah memberi negara-negara lain, termasuk Tiongkok, kebebasan untuk mengembangkan rudal jarak jauh mereka sendiri.
Esper mengatakan bahwa Washington ingin membangun pangkalan rudal terbaru. Dia tidak memerinci di mana AS akan membangun pangkalan senjata itu. Para ahli mengatakan, lokasi yang paling mungkin ialah Pulau Guam yang menampung sejumlah fasilitas militer AS.
Pengumuman ini merupakan rencana terbaru AS untuk membuat jengkel Tiongkok yang bersaing dengan Washington untuk mendapatkan pengaruh di kawasan itu. Munculnya Tiongkok yang secara militer lebih asertif di wilayah tersebut telah mengkhawatirkan sekutu tradisional AS, seperti Australia dan Selandia Baru.
Tindakan Beijing di Laut China Selatan juga telah membuat para tetangga khawatir terhadap klaim teritorial Beijing untuk jalur laut strategis tersebut.
Hentikan impor
Di sisi lain, sejumlah perusahaan Tiongkok, kemarin, menyatakan menghentikan pembelian produk pertanian Amerika Serikat. Ini merupakan dampak perang dagang AS-Tiongkok.
Tiongkok mengimpor produk pertanian AS senilai US$9,1 miliar pada 2018, khususnya kedelai, susu, sorgum, dan daging babi. Namun, capaian itu lebih rendah jika dibandingkan dengan periode 2017 sebesar US$19,5 miliar. Dalam pesan elektronik, Dewan Produsen Daging Babi Nasional menyatakan urgensi untuk mengakhiri perang dagang sehingga produsen daging babi dapat meningkatkan penjualan.
Tiongkok juga memberlakukan tarif tambahan pada komoditas pertanian AS. Tindakan tersebut turut menargetkan masa depan negara-negara pertanian yang mendukung Presiden AS, Donald Trump, dalam Pemilihan Umum AS pada 2016. (AFP/*/X-11)
Perundingan AS-Iran di Pakistan gagal capai kesepakatan. GREAT Institute menilai inkonsistensi Barat soal nuklir jadi pemicu kebuntuan.
Dalam pidato yang telah disiapkan, dia mengatakan bahwa Iran dan proksinya tetap mampu menyerang kepentingan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Stasiun televisi Press TV Iran melaporkan pada Kamis (5/3) pagi bahwa militer menargetkan pasukan separatis anti-Iran itu, tanpa menyebutkan lokasi serangan tersebut.
DALAM dinamika politik global tahun 2026 yang kian memanas, pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, kembali mencuri perhatian dunia.
Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga mencapai kemurnian 60%, suatu tingkat yang jauh melebihi kebutuhan energi sipil.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
Menurut Menbud RI, tahun lalu, Indonesia memproduksi sekitar 250 film dengan penonton lebih dari 80 juta. “Film kita punya potensi besar untuk go international “ ujarnya.
Ilmuwan Tiongkok identifikasi dua mineral langka, magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce), dari sampel Bulan misi Chang’e-5. Simak dampaknya bagi sains.
National Gallery Singapore menghadirkan pameran retrospektif pertama He Xiangning di Asia Tenggara, menampilkan 50 karya seni tinta legendaris.
Pakar ITB Yannes Martinus Pasaribu ungkap alasan mobil Tiongkok ungguli merek Jepang di pasar Indonesia, mulai dari fitur melimpah hingga insentif EV.
Pihak Imigrasi mengamankan 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dalam operasi gabungan di kawasan Marina City Waterfront, Batam.
Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan yang terletak di wilayah tengah dan barat daya Tiongkok, direncanakan menjadi lokasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved