Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi masih adanya potensi terkait peningkatan curah hujan secara signifikan dan bencana hidrometeorologi dalam sepekan ke depan di beberapa wilayah Indonesia.
“Berdasarkan analisis cuaca terkini serta dengan mengamati perkembangan kondisi cuaca dalam sepekan ke depan, BMKG mengidentifikasi masih adanya potensi peningkatan curah hujan secara signifikan,” kata Ketua Tim Kerja Produksi dan Diseminasi Informasi Cuaca, BMKG, Ida Pramuwardani kepada Media Indonesia, Jumat (26/4).
Ida menjelaskan kondisi dinamika atmosfer yang menjadi pemicu peningkatan pembentukan awan hujan dan peningkatan curah hujan dalam beberapa hari ke depan di berbagai wilayah Indonesia antara lain aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial.
Baca juga : BMKG: Waspadai Ancaman Angin Puting Beliung hingga Akhir Februari
“Selain itu, suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia memberikan kontribusi dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Indonesia,” jelasnya.
Kendati demikian, Ida menurunkan bahwa secara umum cuaca sepekan ke depan juga akan cenderung cerah berawan. Namun, lanjut Ida, dengan kombinasi pengaruh berbagai fenomena cuaca tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang disertai kilat/angin kencang di sebagian wilayah.
“Secara umum potensi curah hujan lebat masih ada sampai dengan dasarian 10 hari kedua bulan Mei. Oleh karena itu, kami imbau masyarakat agar tetap mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor meskipun saat sekarang sedang berlangsung masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau,” jelasnya.
Baca juga : Hujan Lebat Guyur Indonesia di Hari Pemungutan Suara Pemilu 2024
Lebih lanjut, Ida menjelaskan saat ini Indonesia sedang berada dalam peralihan cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau. Berdasarkan prakiraan musim kemarau tahun 2024, sebagian besar wilayah Indonesia 63,66% akan memasuki awal musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus, dan sebanyak 77,27% akan mengalami puncak musim kemarau pada bulan Juli hingga Agustus.
“Meskipun saat ini sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada masa peralihan musim, namun tetap waspada terhadap perubahan cuaca signifikan dengan potensi hujan dengan intensitas sedang di beberapa wilayah di indonesia,” ungkapnya.
Ida mengatakan bahwa berdasarkan rekapitulasi bencana akibat cuaca ekstrem yang dihimpun oleh Pusat Meteorologi Publik BMKG dan informasi bencana bersumber dari BNPB, terdapat kejadian banjir/genangan di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Baca juga : Gelombang Perairan Selatan Kalimantan Capai Empat Meter
“Masih terjadi banjir di wilayah Desa Balong Gebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan banjir di Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Bumi ayu, Brebes, Jawa sejak 25 April 2024 kemarin,” tuturnya.
Ida menghimbau agar masyarakat tetap waspada dalam beraktivitas sebab potensi wilayah terdampak akibat hujan lebat kategori waspada masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam 2-3 hari kedepan.
“Hujan lebat juga masih akan masih terjadi di wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Papua,” pungkasnya. (Z-8)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pakar IPB menjelaskan fenomena El Nino Godzilla, penyebab hujan di masa pancaroba, dan prediksi kemarau panjang selama enam bulan di Indonesia.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved