Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG dari Universitas Indonesia, yang juga merupakan executive director Yayasan Pulih Dian Indraswari mengingatkan kekerasan psikis dalam hubungan banyak terjadi namun kadang tanpa disadari, sehingga penting untuk mengetahui tanda-tandanya.
"Dari berbagai bentuk kekerasan, yang paling banyak terjadi di ranah personal adalah kekerasan psikis yang kadang mungkin tidak kita sadari," kata Dian, dikutip Jumat (7/7).
Setidaknya, ada sembilan tanda kekerasan dalam hubungan dengan pasangan. Menurut Dian, tanda kekerasan psikis dalam hubungan pertama yang paling sering terjadi adalah pasangan manipulatif, yang berusaha mengendalikan emosi dan pikiran pasangan Anda.
Baca juga: Ayah Korban Kasus KDRT Eks Legislator PKS Diperiksa Bareskrim Polri
Misalnya ketika ada perbedaan pendapat, dia akan memanipulasi pikiran Anda dan menganggap pendapat Anda selalu salah.
"Akhirnya, kita terpaksa mengikuti dia. Salah satu bentuk kekerasan atau tidak itu kan dari persetujuan, ketika sebetulnya kita tidak setuju dengan pendapatnya tapi terpaksa menyetujuinya dan itu terus menerus, itu jadi salah satu sign kekerasan," ujar Dian.
Tanda kedua, menurut Dian, adalah ketika pasangan selalu mengontrol apa yang Anda lakukan mulai dari cara bergaul hingga cara berpenampilan.
Baca juga: Polisi Tahan Suami Pelaku KDRT di Depok
"Sehingga kita tidak punya kebebasan lagi untuk menentukan langkah, bahkan dalam sisi pakaian atau seperti apa kita berpenampilan," kata Dian.
Kemudian, tanda kekerasan dalam hubungan yang ketiga adalah mengintrusi. Misalnya, ketika pasangan memaksa Anda untuk membagikan lokasi atau memberikan password akun media sosial Anda.
"Atau sudah share location, kemudian dia memaksa video call untuk memastikan kamu benar-benar di situ dan dengan siapa saja. Itu juga jadi ciri kekerasaan yang meskipun dari hal kecil bisa jadi besar," tutur Dian.
Selanjutnya, tanda-tanda kekerasan dalam hubungan keempat adalah mengabaikan Anda ketika sedang ada masalah atau silent treatment.
Kelima, mengancam jika Anda tidak menuruti permintaannya. Keenam, meremehkan. Ketujuh, cemburu berlebihan.
Kedelapan, mengisolasi. Artinya, ketika pasangan meminta pasangannya untuk memutus hubungan dengan keluarga dan teman-teman. Kesembilan, mengintimidasi atau membuat pasangannya merasa takut mengungkapkan pendapat atau perasaan.
Jika Anda mengalami beberapa dari tanda tersebut, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan pihak yang kompeten. (AFP/Z-1)
YouTube resmi merevisi kebijakan monetisasi iklan bagi kreator di seluruh dunia. Melalui aturan terbaru ini, konten yang membahas isu sensitif seperti aborsi, hingga KDRT
Pelaku disebut sering melihat ibunya melakukan kekerasan verbal dan fisik terhadap kakaknya, dirinya sendiri, hingga ayahnya.
Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendominasi, diikuti pelecehan seksual dan kekerasan fisik.
Seorang pria berinisial M (42) membakar istrinya sendiri, AN (40), di depan warung makan milik korban di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara.
Yuni Shara, kembali mencuri perhatian publik setelah mantan suaminya, Raymond Manthey, mengungkit tudingan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
POLISI menangkap seorang pemuda di Bekasi Timur, Kota Bekasi, bernama M. Ichsan, 22, yang tega menganiaya ibu kandungnya berinisial MS, 45, lantaran kesal permintaannya tidak dituruti.
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved