Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KELEMBAGAAN Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dinilai masih perlu diperkuat. Hal itu untuk menyelesaikan kompleksitas permasalahan kefarmasian.
Wakil Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Prof Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt menilai kelembagaan BPOM saat ini kurang mumpuni untuk menyelesaikan kompleksitas permasalahan juga tantangan kesehatan dan kefarmasian yang terjadi saat ini.
"Size Badan POM harus diperkuat supaya bisa menangani kompleksitas masalah yang terjadi," kata Keri, Minggu, (9/4).
Baca juga: Dihadiri Pelaku Usaha, Badan POM Gelar Forum Konsultasi Publik
Sejumlah tantangan yang dimaksud seperti tingginya jumlah produk ilegal ataupun palsu yang beredar di pasar tidak memadai untuk diawasi secara menyeluruh oleh SDM Badan POM yang jumlahnya terbatas.
Keterbatasan SDM dan Teknologi Jadi Penghambat
Keterbatasan SDM dan sumber daya teknologi Badan POM itu pula yang dapat menghambat realisasi kemandirian farmasi.
Indonesia kaya akan sumber daya alam yang jika dikembangkan dapat menjadi inovasi mewujudkan kemandirian farmasi.
Baca juga: BPOM Sita Produk Kosmetik Ilegal Tanpa Merek dan Izin Edar di Jakarta Utara
"Oleh karena itu Badan POM harus bisa hadir dan memfasilitasi pengembangan riset yang dilakukan demi memperlihatkan keberpihakan untuk kemandirian farmasi," ujar Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran tersebut.
Perlu Kewenangan Lebih Kuat
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Badan POM Togi Junice Hutadjulu mengatakan pihaknya perlu memiliki kewenangan yang lebih kuat dalam pengawasan obat dan makanan.
Sehingga berdasarkan benchmarking diharapkan kelembagaan menjadi lembaga yang independent dan memiliki pengaruh dalam memberikan jaminan produk.
"Independensi dan konsistensi pengawasan pada model kelembagaan Badan POM diharapkan menjadikan Badan POM lebih mampu lagi dalam menghadapi tantangan global, strategic agility, dan adaptif serta responsif," katanya.
Baca juga: BPOM Gerebek Pabrik Skin Care Ilegal di PIK
Sejumlah aspek penguatan Badan POM yang diharapkan meliputi penguatan fungsi regulatory termasuk pengawasan, penguatan fungsi penindakan, penguatan fungsi pengujian, penguatan fungsi koordinasi, penguatan kapasitas kelembagaan unit pelaksana teknis di daerah.
Sehingga bisa mendorong kemandirian dan keterlibatan masyarakat, mendorong pelaku usaha mandiri menerapkan good manufacturing practice dan good distribution practice, serta penguatan sanksi hukum. (Iam/S-4)
Strategi akuisisi kian menjadi andalan pelaku industri ritel farmasi untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Bayer memproyeksikan pertumbuhan bisnis farmasi yang kuat di masa depan melalui strategi revitalisasi pipeline dan fokus pada inovasi sains.
Pertumbuhan penjualan bersih PYFA tahun 2025 ditopang oleh ekspansi kuat pada lini CDMO yang semakin menjadi salah satu pilar strategis.
Para siswa juga diperkenalkan profil kampus USK, FMIPA, dan Departemen Farmasi sebagai upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap farmasi dan profesi apoteker.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemandirian farmasi nasional melalui pengembangan obat bahan alam.
Dengan identitas baru ini, PYFA mengundang seluruh mitra, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan kesehatan yang lebih baik.
Setiap tahun program BPTW melakukan penilaian terhadap berbagai organisasi lokal dan multinasional di Indonesia untuk memperkuat budaya tempat kerja.
Obat generik memiliki kualitas produk yang setara obat paten. Produksinya mengikuti standar internasional, Good Manufacturing Practises (Cara Pembuatan Obat yang Baik).
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Samco untuk mempertahankan eksistensi selama 51 Tahun, terutama melalui pengembangan dan inovasi produknya
Pendapatan Indofarma sebesar Rp524 miliar pada 2023 tercatat turun sebesar 54,2% pendapatan 2022 yang mana pada waktu itu berada di angka Rp1,1 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved