Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN sosial emosional anak usia dini kerap terabaikan oleh orangtua atau pengasuh. Kecerdasan intelektual anak cenderung menjadi prioritas.
Padahal, perkembangan sosial emosional anak meliputi kemampuan mengenali emosi diri dan orang lain, mengelola emosi dengan cara positif, dan berempati terhadap kondisi orang lain. Hal ini akan berdampak positif bagi kesehatan mental, capaian pendidikan, dan interaksi sosial
Oleh karena itu, untuk mendukung pemahaman sosial emosional anak, Tanoto Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan seri Buku Cerita Anak Siapkan Generasi Anak Berprestasi (SIGAP) berjudul Saat Noni Datang.
Buku ini bertemakan mengenal jenis-jenis emosi anak. Selain untuk membantu anak mengenali beragam jenis emosi, buku ini juga menjadi media bantu bagi orang tua dan pendidik dalam mengajarkan anak cara mengelola berbagai emosi yang mereka rasakan. Serta mendukung pengembangan kemampuan bahasa, dan pra-literasi.
“Mengenal emosi adalah salah satu dari komponen penting yang harus dimiliki oleh anak sebelum akhirnya dapat menguasai kemampuan kecerdasan emosi yang lebih kompleks. Pengenalan terhadap emosi harus dimulai dan dibiasakan sejak dini. Semakin anak mengenali emosi yang ia rasakan, semakin ia bisa mengendalikan dirinya," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga lewat keterangan yang diterim, Rabu (22/2).
Ia menambahkan, ketika anak sudah mampu mengenal emosinya sendiri dan berempati pada emosi orang lain, anak akan mampu membina hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya.
Kemudian dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengenali emosinya, juga dapat menjadi sarana bagi anak untuk mengeluarkan kreativitas, serta ungkapan dari isi hati dan pikirannya.
Adapun CEO Global Tanoto Foundation, J. Satrijo Tanudjojo menuturkan, anak yang memiliki kecerdasan emosi punya kesempatan lebih besar meraih sukses di masa depan. Karena itu, pengenalan emosi anak perlu dilakukan sejak usia dini. Sebab, anak-anak mengalami perkembangan pesat pada tiga tahun pertama kehidupannya, meliputi perkembangan fisik, kognitif, bahasa, serta sosial emosional.
"Orang tua perlu memperhatikan juga perkembangan sosial emosional anak. Anak-anak perlu diajarkan bagaimana cara mengelola perasaan mereka dengan cara yang baik dan konstruktif. Hal ini menjadi salah satu fondasi penting agar anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” tandas Satrijo.
Buku ‘Saat Noni Datang’ merupakan buku kedua dari Seri Buku Cerita Anak SIGAP. Pada 2021, bekerja sama dengan KemenPPPA dan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Jakarta, Tanoto Foundation menerbitkan buku ‘Rubik Unik Corona’ sebagai media edukasi mengenai pandemi COVID-19 untuk anak usia dini. (OL-8)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Arifah berharap, kehadiran RBI dapat memiliki semangat responsif layaknya petugas pemadam kebakaran yang cepat tanggap dalam melayani masyarakat.
Pengarusutamaan gender memastikan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki akses partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara dalam proses pembangunan.
Penguatan SIMFONI PPA adalah upaya untuk menyamakan langkah dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus perempuan dan anak.
Kecukupan air bersih di sejumlah lokasi pengungsian masih belum merata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) menunjukkan jurang besar antara kasus yang dilaporkan dengan kasus yang sesungguhnya terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved