Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia, melalui Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, telah meminta pemerintah Belanda untuk mengembalikan (repatriasi) delapan benda bersejarah ke Tanah Air.
Permintaan agar koleksi sejarah tersebut dipulangkan telah diajukan Indonesia secara resmi. Hal itu dikemukakan oleh anggota Tim Repatriasi pemerintah Indonesia Bonnie Triyana kepada Media Indonesia, Rabu (14/12).
"Juli lalu Dirjen Kebudayaan menyerahkan request ke Belanda, ada 8 koleksi," ucapnya.
Ia mengatakan bahwa Indonesia sedang berupaya mencari kembali benda warisan budaya yang hilang atau dicuri, dan Belanda menjadi salah satu negara yang menyimpannya.
Meski tidak menyebut secara detail apa saja delapan koleksi benda budaya tersebut, Bonnie menegaskan, kedelapan benda tersebut tentu saja memiliki nilai berharga bagi bangsa Indonesia.
Dari penelusuran Media Indonesia, salah satu dari delapan koleksi yang diminta Indonesia adalah fosil Homo Erectus (Manusia Jawa) hasil temuan Eugene Dubois pada 1891 silam. Dubois merupakan seorang ahli anatomi berkebangsaan Belanda yang menamakan fosil itu Pithecanthropus erectus.
Selain Belanda, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud-Ristek juga mengupayakan pengembalian warisan budaya kebendaan Indonesia yang ada di Inggris. Menurut Direktur Pelindungan Kebudayaan Irini Dewi, banyak benda budaya yang telah dibawa ke dua negara tersebut selama masa kolonialisme.
"Kita sudah melakukan upaya repatriasi (pengembalian) dengan cara kerjasama dengan Belanda dan membentuk tim repatriasi," ujarnya.
Melalui kerja sama, benda-benda budaya yang dibawa ke luar negeri dengan cara dirampas, dicuri atau pun yang memiliki nilai penting untuk bangsa Indonesia bisa dikembalikan.
Namun, tentu saja prosesnya tidak bisa dilakukan secara cepat. Perlu berbagai pendekatan dan tahapan sebelum bisa dikembalikan ke tanah air, mengingat benda-benda tersebut disimpan museum atau koleksi lainnya.
"Misalnya pada tahun 2020 pengembalian Keris Pangeran Diponegoro. Atau rencana pengembalian lainnya ke depan," imbuhnya. (H-2)
Penemuan fosil langka Cimolodon desosai di Baja California mengungkap rahasia mamalia bertahan hidup saat kepunahan massal dinosaurus 66 juta tahun lalu.
Ilmuwan temukan fosil gurita raksasa Nanaimoteuthis haggarti sepanjang 19 meter di Jepang. Simak evolusi dan peran predator puncak lautan purba ini.
Fosil Breugnathair elgolensis ditemukan di Isle of Skye dan diperkirakan berusia sekitar 167 juta tahun, berasal dari periode Jurassic Tengah.
Penemuan fosil echidna raksasa yang tersembunyi selama 100 tahun akhirnya terungkap. Temuan ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang sejarah prasejarah Australia.
Pendaki di Alpen Italia menemukan jejak ekosistem lengkap berusia 280 juta tahun. Dari reptil hingga jejak hujan purba, temuan ini bikin ilmuwan tercengang.
Di lokasi yang berada sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut tersebut, para ilmuwan menemukan harta karun berupa jejak kaki dari setidaknya lima spesies hewan yang berbeda.
Sidang putusan kasus korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek dijadwalkan 30 April 2026. Kerugian negara disebut capai Rp2,1 triliun.
Meski demikian, jaksa penuntut umum tetap menuntut Ibrahim dengan hukuman 15 tahun penjara serta uang pengganti sebesar Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sosok Ibrahim Arief alias Ibam, konsultan teknologi sekaligus CTO GovTech Edu, dituding sebagai arsitek utama di balik terpilihnya produk Google
Pendanaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung peran CESGS sebagai PUI-PT Bisnis Berkelanjutan.
Saksi proyek pengadaan Chromebook Kemendikbudristek akui raup untung Rp10,2 miliar dan kembalikan Rp5,1 miliar ke Kejagung dalam sidang Tipikor Jakarta.
Nadiem menyampaikan bahwa dirinya tetap siap mengikuti persidangan, meski masih menjalani perawatan medis berdasarkan rekomendasi dokter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved