Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MULAI kamis (21/7), sebanyak 125 kloter jemaah haji indonesia gelombang kedua akan mulai bergeser ke madinah.
Jemaah akan melaksanakan ibadah sunnah Arbain, yaitu sholat 40 waktu di Masjid Nabawi dan berziarah di Madinah.
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan tetap mewaspadai faktor risiko pada jemaah haji, terlebih pada jemaah haji risti.
Untuk itu pihaknya menyiapkan berbagai upaya mitigasi untuk mengawal kondisi kesehatan jemaah haji gelombang kedua di Madinah.
“Fokus kami tetap pada upaya mengawal jemaah haji risti, tidak boleh lengah meskipun puncak hajian sudah selesai” ujar Budi.
Sebagaimana diketahui, hingga hari ke 47 operasional haji, sebanyak 64 jemaah meninggal dunia, didominasi oleh sakit jantung.
Sementara posisi penyakit rawat jalan terbanyak didominasi oleh batuk pilek, dan di posisi kedua ditempati oleh hipertensi.
“Upaya promosi kesehatan akan kami gencarkan, dengan pesan pesan spesifik sampai upaya deteksi dini” ungkap Budi.
Baca juga: Hari ke-47, Sudah 14.393 Jemaah Haji Tiba di Tanah Air
Upaya pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah juga akan diprioritaskan bagi jemaah haji risti dengan mendekatkan pelayanan ke sektor.
Bertujuan memastikan jemaah haji risti tetap dalam keadaan terkontrol komorbidnya, melalui pemeriksaan rutin dengan dokter spesialis.
“Dokter spesialis di KKHI Madinah juga akan diturunkan ke sektor atau ke kloter untuk visitasi, agar jemaah haji risti dapat melakukan konsultasi” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Promosi Kesehatan Arab Saudi, Edi Supriyatna menyatakan bahwa upaya edukasi kesehatan akan kembali fokus pada mencegah kelelahan dengan upaya istirahat terutama bagi jemaah haji yang Risti, karena jemaah gelombang 2 sudah mulai mengalami kelelahan saat di Makkah pasca armuzna.
Untuk itu jemaah haji tidak boleh memaksakan diri untuk melakukan aktivitas yang berlebihan tanpa melihat kondisi kesehatannya. Gunakan juga alat pelindung diri terutama saat beraktivitas di luar hotel.
Gunakan payung, pakai masker, dan bawa alat semprot. Mengingat suhu rata rata di Madinah lebih panas dibandingkan dengan suhu di Makkah.
“Terutama, jangan sampai lupakan untuk menggunakan alas kaki saat keluar hotel Sehingga tidak terjadi kasus kaki melepuh,” ucap Edi.
Selain itu, tim promosi kesehatan juga akan berkolaborasi dengan Emergency Medical Team (EMT) untuk melakukan upaya deteksi dini terhadap faktor risiko jemaah haji.
Perjalanan Makkah-Madinah yang menurutnya membutuhkan waktu kurang lebih selama enam jam perjalanan, Edi juga mengingatkan jemaah makan dan minum sebelum berangkat dan selama diperjalanan melakukan peregangan setiap dua jam sekali.
Peregangan dilakukan dalam posisi duduk. “Agar tubuh tetap segar selama di perjalanan” ujarnya. (Dis/OL-09)
JEMAAH haji Indonesia, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), diimbau untuk bijak dalam mengatur ritme ibadah dan tidak memaksakan diri melaksanakan salat Arbain di Masjid Nabawi.
Menag Nasaruddin Umar mengingatkan Arba'in (salat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi) adalah ibadah sunah, sedangkan haji adalah wajib.
Al-Qur'an Terjemahan Bahasa Gayo disusun oleh tim kerja sama antara Pusat Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) dengan IAIN Takengon.
Pantauan Media Indonesia, kepadatan Masjid Nabawi mulai berkurang drastis. Begitu juga saat tiba salat fardu, tidak sepadat seperti sebelum pendorongan
Konsep Madinah mengandaikan kehidupan bersama dalam satu wilayah dengan saling menghargai, menjaga, setara, moralitas kemanusiaan universal, dan toleran di antara warga.
AREA pintu 19 Masjid Nabawi, Madinah, belakangan ini menjadi favorit jemaah haji asal Indonesia. Setiap hari seusai salat magrib, ada kajian rutin berbahasa Indonesia.
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved