Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Padjadjaran kehilangan sosok yang menjadi sejarah dalam perjalanan kelembagaannya, yakni Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja, LLM yang berpulang pada usia 92 tahun, Minggu (6/6). Almarhum merupakan Rektor ke-5 Unpad.
Mendiang merupakan sosok yang sangat berjasa bagi Unpad maupun Indonesia secara keseluruhan. Guru Besar Fakultas Hukum Unpad sejak 1970 ini menjabat sebagai rektor pada 1973-1974.
"Masa jabatannya sebagai rektor terbilang singkat karena Presiden Soeharto pada 1974 mengangkatnya sebagai Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II pada 1974-1978 lalu Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III dan IV pada 1978-1988," demikian informasi yang dikutip dari laman Unpad.
Selain menjabat sebagai rektor, almarhum juga pernah menduduki sejumlah jabatan di Unpad, yaitu Dekan FH Unpad 1962-1963, 1967-1968, dan 1969-1967; Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni 1966-1969; serta Pembantu Rektor Bidang Akademis dan Ekstension 1969-1973.
Lahir di Jakarta, 17 Februari 1929, almarhum mulai aktif mengajar di FH Unpad pada 1959. Sejak menjadi dosen, nama Mochtar Kusumaatmadja tidak dapat dipisahkan dari perjalanan karier FH Unpad, terutama dalam pengembangan pendidikan hukum di Indonesia. Di bidang keilmuannya, almarhum merupakan pakar hukum laut dan internasional.
Dengan keilmuan dan kepiawaiannya berdiplomasi, Prof Mochtar Kusumaatmadja meninggalkan sejumlah legasi untuk Indonesia, yakni :
1. Penggagas konsep wawasan Nusantara
Salah satu torehan terbesar almarhum terhadap Indonesia adalah gagasannya mengenai Wawasan Nusantara. Berawal dari gagasan batas teritorial laut Indonesia pada 1957 melalui Deklarasi Djuanda, konsep Wawasan Nusantara akhirnya diakui konstitusi internasional atas konsistensi perjuangan almarhum di tingkat PBB pada 1982. Perjuangan ini dilakukan selama hampir 25 tahun.
Hingga kini, Wawasan Nusantara tetap menjadi landasan Indonesia dalam menentukan batas teritorial wilayah serta upaya merajut semangat kebangsaan di segenap penjuru negeri dalam menciptakan ketahanan nasional.
2. Pencetus diplomasi kebudayaan
Selain menjabat sebagai menteri, Prof Mochtar Kusumaatmadja pernah menjabat sebagai diplomat. Keahliannya bernegosiasi menjadikan Prof Mochtar sebagai diplotamat ulung. Ia sering mewakili Indonesia pada beberapa konferensi internasional di PBB.
Dikutip dari buku Biografi Rektor-rektor Universitas Padjadjaran (2019) selama menduduki karier sebagai diplomat, Prof Mochtarlah yang pertama kali mencetuskan perlunya diplomasi kebudayaan.
Ia menganggap bahwa diplomasi kebudayaan bertujuan untuk mengenalkan citra budaya Indonesia di luar negeri, sehingga terbina pemahaman yang lebih baik tentang masyarakat Indonesia. Lebih jauh lagi akan tercipta kerja sama pembangunan Indonesia lewat hubungan pariwisata, penanaman modal, dan ekspor nonmigas.
3. Bangun sistem hukum modern Indonesia
Beberapa fakta lain mengenai almarhum, terungkap dari penuturan akademisi dan diplomat asal Singapura Prof Tommy Koh, penerima Anugerah Mochtar Kusumaatmadja Unpad pada 14 Oktober 2017 lalu.
"Ia tahu konsep negara kepulauan ini tidak mungkin disetujui internasional jika tidak didukung dua negara tetangga serumpun, Malaysia dan Singapura. Dia mendapat dukungan dari Malaysia dan Singapura melalui kemampuan negosiasinya,” ucap Prof Tommy dalam testimoninya.
Saat menjabat Menteri Kehakiman, Tommy juga melihat Mochtar Kusumaatmadja mengembangkan sistem hukum modern di Indonesia. Di tingkat ASEAN, menurutnya, almarhum memiliki kontribusi penting dalam penanganan konflik di Kamboja.
“Pak Mochtar adalah anak bangsa terbaik Indonesia. Dia adalah seorang wonderful man,” kata Prof Tommy. (H-2)
Dalam situasi global hari ini, justru aktivitas diplomasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga posisi Indonesia.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Iran bantah keras klaim Donald Trump soal penyerahan stok uranium. Teheran tegaskan material nuklir tetap di dalam negeri dan berlakukan biaya lintas di Selat Hormuz.
KOMISI I DPR RI mendorong pemerintah mengambil langkah diplomasi tegas atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Libanon. Insiden yang melibatkan tank Israel hasil investigasi PBB
Pemerintah tidak bisa bersikap pasif dalam merespons insiden tersebut, mengingat pasukan penjaga perdamaian berada di bawah perlindungan hukum internasional.
Menlu Turki Hakan Fidan sebut Israel hambatan terbesar damai di Timur Tengah. Israel dinilai manfaatkan politik AS untuk agenda strategis dan perpanjang instabilitas.
PERDAMAIAN yang kokoh hanya dapat bertahan apabila berakar pada kebudayaan masyarakat itu sendiri.
DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis.
Kasus Pandji Pragiwaksono membuka diskusi publik tentang adat dan budaya Toraja. Mengenal nilai, tradisi, dan makna sakral budaya Toraja di tengah polemik.
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved