Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BATIK merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang diakui dunia, dan kegiatan produksi batik di Indonesia pun tergolong besar.
Proses produksi batik berimplikasi menghasilkan limbah, khususnya limbah cair dari proses pewarnaannya. Namun ada indikasi limbah dari proses produksi batik yang dibuang begitu saja ke sungai, berpotensi menurunkan kualitas lingkungan.
Agar kualitas ekosistem tetap terjaga, upaya mengolah limbah batik agar tidak menyebabkan pencemaran terus diupayakan. Ada beberapa metode pengolahan limbah cair batik selama ini yang banyak digunakan, seperti metode koagulasi, metode biofilter dan metode elektrokoagulasi.
Sayangnya metode-metode ini kurang efektif mendegradasi zat warna, bahkan masih menghasilkan sisa endapan. Selain itu, metode tersebut masih membutuhkan biaya operasional yang tinggi.
Melihat keadaan tersebut, beberapa mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) tergerak untuk berkreasi merancang alat pengolah limbah batik yang efektif dan pengoperasiannya mudah serta murah.
Di bawah bimbingan ahli fisika plasma, Prof Dr Muhammad Nur DEA, tiga mahasiswa Undip, yakni Susilo Hadi, Farhan Rifqi Kotsara dan Muhammad Arsya Kaukabi membuat pengolah limbah batik yang dinamakan Tank of Batik Waste (TOBAT).
"Konsep tersebut bahkan mendapat pengakuan sebagai karya terpilih dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 33 Tahun 2020," demikian informasi yang dilansir dari laman resmi Undip.
Efektif dan murah
Melalui kanal Youtube, Susilo Hadi mengungkapkan Tank of Batik Waste yang dibuatnya adalah sebuah konsep teknologi dengan menggunakan micro bubbles ozone dan thin film catalyst ZnO untuk menjawab problematika penanganan limbah batik. Proses ozonasi dinilai lebih efektif mendegradasikan zat warna dan meminimalisasi zat sisa endapan limbah batik.
Teknologi ini berangkat dari fakta, kalau pengolahan limbah bisa dilakukan dengan ozonasi. Dimana Ozone (O3) dapat dimanfaatkan sebagai oksida kimia yang bisa membunuh bakteri, menghilangkan zat warna, dan mengurangi senyawa berbahaya.
Pengolahan limbah dengan metode ozonasi adalah alternatif yang menjanjikan karena relatif murah dibandingan dengan metode lain. Ozonasi dapat ditingkatkan efisiensinya dengan memakai micro bubbles ozone, yakni gelembung ozon berukuran micro yang secara signifikan dapat meningkatkan kelarutan gas di dalamnya. Micro bubbles ozone berperan untuk meratakan kontak oksida kimia dengan limbah yang diolah.
Untuk menyempurnakan proses pengolahan limbah, Tim PIMNAS Undip ini juga menggunakan fitur lain untuk menyempurnakan kecanggihan prosesnya, yakni dengan Fotokatalis Lapis Tipis ZnO. Fotokatalis Lapis Tipis ZnO adalah senyawa ZnO yang saat terkena sinar UV (ultra violet) bisa menghasilkan radikal hidroksil yang lebih kuat, yang mampu mereduksi nilai BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) pada limbah tanpa menghasilkan zat tersisa.
Mengenai cara kerja Tank of Batik Waste Undip, limbah cair batik dimasukkan dalam tanki yang berkapasitas 8 liter, konsentrasi 100 ppm, dan luasan lapis tipis ZnO 3 x 8 centimeter persegi. Alat ini mampu mengolah limbah selama 240 menit dan mampu mereduksi kadar BOD, COD, TSS (Total Suspended Solid) atau total padatan tersuspensi; serta PH atau derajat keasaman limbah sesuai dengan standar baku mutu yang ditetapkan.
Karena tingkat efisiensi dan efektivitasnya, alat pengolah limbah yang coba dipopuperkan dengan sebuat TOBAT ini cukup prosepektif untuk dikembangkan lebih lanjut atau dihilirisasikan. Beberapa keunggulan yang dimiliki di antaranya biaya pembuatan dan biaya operasional yang murah, tidak menghasilkan sisa endapan padat, dan kemampuannya memenuhi baku mutu terukur, serta cara pengoperasiannya mudah, membuat temuan ini menarik untuk ditindak-lanjuti. (H-2)
NEXT Indonesia Center menyampaikan hasil riset dugaan praktik misinvoicing atau selisih pencatatan kepabeanan dalam kegiatan ekspor batu bara.
ASOSIASI Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) mendorong penguatan peran dosen sebagai otoritas akademik melalui pengembangan riset orisinal yang berdampak.
Riset terbaru mengungkap 74,6% konsumen Indonesia menggunakan AI untuk cari produk. Simak fenomena Silver Surfer Paradox dan dampaknya bagi bisnis.
BPDP tercatat telah mendukung pendanaan terhadap sekitar 400 judul penelitian yang mencakup berbagai aspek mulai dari hulu hingga hilir industri kelapa sawit.
Riset Kaspersky mengungkap 90% Gen Z dan Milenial pilih simpan data digital. Simak tren penyimpanan data di Indonesia dan tips keamanan siber terbaru.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved