Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menyoroti kinerja industri manufaktur yang terus menurun.
"Peran industri di Indonesia merosot terus. Tidak pernah pertumbuhannya lebih tinggi dari pertumbuhan PDB. Share-nya tinggal 18,6%. Turun terus. Gejala dini deindustrialisasi karena industrinya diganggu melulu," ucap Faisal di Jakarta pada Selasa (16/7).
Di sisi lain, Faisal menyatakan bahwa sepertiga industri manufaktur dalam periode observasi menunjukkan angka minus. Ia menilai bahwa pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD) yang diusulkan oleh Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) bukan merupakan solusi yang tepat untuk membendung masuknya barang impor dari Tiongkok.
Baca juga : Ini Dampak Bea Masuk 200 Persen untuk Beberapa Produk Impor
"Jadi bukan keramik doang, industri lain juga minus terus. Jadi ini tren industri, eh tiba-tiba solusinya BMAD. Apa sih? Norak banget gitu. Jump inclusion-nya cari kambing hitam," tegasnya.
Faisal menyebut bahwa banyak perusahaan yang bangkrut belakangan ini ialah mereka belum bisa pulih dari covid-19. Sebab, covid-19 yang memorak-porandakan perekonomian Indonesia, termasuk sektor industri.
"Belum bisa pulih dari covid-19 program restrukturisasi sudah selesai. Katanya mau diperpanjang restrukturisasi kredit. Yang enggak bisa restrukturisasi, ya sudah bangkrut, dia jual, bukan hanya di keramik," ungkap dia.
Faisal pun menerangkan bahwa industri manufaktur hanya menyumbang 2,8% di PDB industri nonmigas di 2023. Angka ini tertinggal jauh dari industri makanan dan minuman yang menyumbang 39,1% terhadap PDB industri nonmigas di 2023.
Ia juga mengingatkan kepada Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita untuk berhati-hati agar industri di dalam negeri tidak bertumbangan. "Anda pernah mendengar menteri perindustrian bikin pernyataan, jarang kan? Mungkin enggak semua anda tahu nama menteri perindustrian siapa," cetus Faisal. (Z-2)
LONJAKAN harga komoditas global kembali membuka perdebatan lama terkait potensi penerimaan negara yang hilang. Indonesia dinilai membutuhkan instrumen fiskal baru berupa windfall tax.
PENELITI Indef mengatakan, kebijakan work from home (WFH) berpotensi membantu efisiensi anggaran pemerintah dan perusahaan, tetapi berisiko menghambat perekonomian.
Ruang fiskal pemerintah kian terbatas seiring meningkatnya posisi utang hingga Rp9.637,90 triliun per 31 Desember 2025 atau setara 40,46 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi investasi jangka panjang pembangunan SDM, tetapi juga menjaga ketahanan fiskal nasional.
Melambatnya pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta mencerminkan adanya tekanan pada sisi pendapatan, khususnya yang dirasakan kelas menengah.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menanggapi optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa rupiah akan menguat dalam dua pekan ke depan.
Menurutnya, dengan relatif damainya kawasan Asia Tenggara, Indonesia bisa mengkapitalisasi suasana aman ini untuk memikat investor.
Berkaca kepada teori ekonomi, katanya, subsidi yang diberikan kepada komoditas itu sampai kapanpun pasti akan ada celah pemanfaatan.
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
INDEF menilai pencabutan insentif pajak kendaraan listrik melalui Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 berpotensi menghambat percepatan adopsi mobil listrik di Indonesia.
Indef menilai Indonesia berpeluang ekspor pupuk hingga 2 juta ton di tengah gangguan pasokan global akibat konflik Timur Tengah. Simak ulasannya.
Pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh Bank Dunia perlu dibaca sebagai peringatan dini bahwa ekonomi Indonesia masih rentan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved