Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA membukukan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari perkiraan pada triwulan Januari-Maret 2023 sebesar 5,03% (yoy). Ini naik tipis dari 5,01% (yoy) pada triwulan IV 2022 dan lebih tinggi dari 5,02% (yoy) pada periode yang sama di 2022.
"Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi saat ini kembali pada tingkat pertumbuhan autopilot sekitar 5%. Pertumbuhan PDB didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan ekspor," kata ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, Jumat (4/8).
Dilihat dari komponen belanja, seluruh komponen mencatat pertumbuhan positif, termasuk belanja pemerintah yang mengalami kontraksi selama empat triwulan berturut-turut di 2022. Setelah mengalami kontraksi sebesar 4,77% (yoy) di triwulan IV 2022, belanja pemerintah tumbuh sebesar 3,99% (yoy) di triwulan I 2023. Ini menunjukkan penyerapan anggaran yang memadai selama triwulan pertama 2023.
Baca juga: Indonesia masih Menjadi Negara yang Diminati Investor
Per 31 Maret 2023, penerimaan pemerintah terealisasi sebesar Rp647,15 triliun atau 26,27% dari target 2023. Angka ini naik 28,98% (yoy) dari angka 2022 karena normalisasi harga komoditas dan dampak berlakunya UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Begitu juga belanja pemerintah yang tercatat Rp518,66 triliun atau 16,94% dari target 2023, meningkat 5,7% (yoy) dari angka 2022.
Hingga akhir Maret 2023, surplus anggaran tercatat sebesar Rp128,5 triliun atau 0,61% PDB, lebih tinggi dibandingkan Maret 2022 sebesar Rp11,1 triliun pada 0,06% PDB. Konsumsi rumah tangga, yang berkontribusi lebih dari separuh perekonomian, kembali mencatat pertumbuhan sebesar 4,54% (yoy) atau lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan IV 2022 sebesar 4,48% (yoy).
Baca juga: Asuransi Prancis AXA Bukukan Keuntungan Sedikit, Tagihan Kerusuhan Besar
Konsumsi makanan & minuman, transportasi & komunikasi, dan peralatan yang mencakup lebih dari 75% dari total konsumsi tumbuh masing-masing sebesar 3,46% (yoy), 7,84% (yoy), dan 2,77% (yoy). "Pertumbuhan sektor pengangkutan dan komunikasi menjadi kontributor utama pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2023. Peningkatan penjualan sepeda motor dan perjalanan penumpang melalui jalur darat, laut, dan udara menjadi indikator berlanjutnya pemulihan sektor transportasi," kata Riefky.
Beralih ke investasi, komponen ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,11% (yoy) pada triwulan I 2023 atau lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV 2022 sebesar 3,33% (yoy). Investasi bangunan dan struktur yang memberikan kontribusi sebesar 72,7% dari total investasi atau tumbuh 0,08% (yoy).
Investasi mesin dan peralatan yang menyumbang 12,2% dari total investasi tumbuh sebesar 4,62% (yoy) pada tiga bulan pertama 2023. "Perlambatan pertumbuhan investasi dapat dijelaskan oleh bagaimana investor masih dalam mode wait and see sebelum berinvestasi di Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global dan ketidakpastian domestik seputar pemilihan presiden tahun depan," kata Riefky. (Z-2)
Danantara tengah menggarap proyek-proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai US$26 miliar atau setara Rp450,42 triliun (kurs Rp17.324 per dolar AS).
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Pemerintah menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran masuk mencapai Rp74,95 triliun.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat saat Lebaran tahun ini lebih bersifat selektif.
Ia menambahkan, pertumbuhan sektor riil bahkan melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga menopang kinerja ekonomi secara keseluruhan.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan dampak stimulus yang digelontorkan pemerintah akan terlihat pada triwulan IV 2025.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyampaikan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun 2025 menjadi sebuah paradoks dari daya beli yang sedang menurun.
"Harapan satu-satunya adalah memberikan booster terhadap daya beli melalui kebijakan yang pro kepada daya beli,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved