Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/9) sore ditutup melemah mengikuti koreksi mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 46,4 poin atau 0,64 persen ke posisi 7.186,76. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,35 poin atau 0,72 persen ke posisi 1.019,67.
"Aksi wait and see para pelaku pasar dalam mengantisipasi aksi The Fed memberikan ringkasan tentang kondisi perekonomian saat ini yang dikenal dengan Beige Book serta terkoreksinya tiga indeks utama bursa Wall Street semalam menjadi pendorong pelemahan IHSG hari ini," kata Financial Expert Ajaib Sekuritas M Julian Fadli dalam ulasannya di Jakarta, Rabu. Bersamaan dengan itu, lanjut Julian, koreksi harga komoditas seperti minyak sawit mentah atau CPO, timah, dan batu bara menjadi katalis negatif bagi IHSG.
Dibuka melemah, IHSG mayoritas bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tidak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dengan infrastruktur turun paling dalam yaitu minus 1,58% diikuti energi dan transportasi & logistik masing-masing minus 1,36% dan minus 0,97%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu barang baku sebesar 0,31%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INKP, TBIG, UNVR, BBCA, dan INTP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MEDC, ARTO, ASII, MDKA, dan TOWR.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp671,92 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp543,17 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.547.444 kali transaksi. Saham yang diperdagangkan sebanyak 36,3 miliar lembar senilai Rp15,36 triliun. Harga 200 saham naik, 329 saham menurun, dan 169 tidak bergerak. Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 9,52 poin atau 0,03% ke 27.610,09, indeks Hang Seng turun 77,87 poin atau 0,41% ke 19.147,83, dan indeks Straits Times meningkat 9,72 poin atau 0,3% ke 3.225,2. (Ant/OL-14)
Intelix Group telah melayani lebih dari 500 perusahaan dari berbagai sektor, termasuk perbankan, multifinance, pemerintahan, serta industri lainnya.
Sikap risk-off investor disebabkan oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, serta tingginya yield US Treasury akibat ekspektasi suku bunga The Fed yang tertahan tinggi.
RENCANA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pascademutualisasi menjadi perhatian serius DPR RI.
GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong PT Bank Jakarta untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).
Kenaikan harga ini terjadi di tengah sentimen positif sektor konsumsi protein, setelah MBG memproyeksikan peningkatan kebutuhan protein nasional.
PT Wasaida Putra Cakra tahun ini membangun dua rumah sakit baru, sehingga perusahaan itu sekarang mengelola empat rumah sakit yang berlokasi di Klaten, Bali, Cepu dan Jepara.
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved