Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA pemeringkat Fitch kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB (investment grade) dengan outlook stabil per Senin (28/6) ini.
Keputusan tersebut mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah yang baik. Serta, rasio utang pemerintah terhadap PDB relatif rendah.
Di sisi lain, Fitch melihat ada beberapa tantangan yang perlu direspons. Seperti, rasio pembiayaan eksternal yang meningkat dan penerimaan pemerintah masih rendah.
Baca juga: Bank Dunia Menilai Sektor Keuangan RI Masih Rentan Risiko Global
Kemudian, beberapa indikator struktural, seperti PDB-per-kapita dan tata kelola, yang relatif lebih rendah dibandingkan negara lain pada peringkat yang sama.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil, menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemangku kepentingan internasional memiliki keyakinan yang kuat atas stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia.
Apalagi, terdapat peningkatan risiko stagflasi seiring kenaikan suku bunga kebijakan secara global di tengah ekonomi yang baru pulih. Beriku, semakin meluasnya kebijakan proteksionisme yang ditempuh oleh berbagai negara.
"Hal ini didukung kredibilitas kebijakan yang tinggi dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah," ungkap Perry dalam keterangan resmi, Selasa (28/6).
Baca juga: Menkeu: Butuh Anggaran Besar untuk Capai Target NDC
Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik. Serta, merumuskan dan melaksanakan langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan stabilitas keuangan.
Pada laporan yang baru dirilis, Fitch menilai pemulihan ekonomi Indonesia akan berlanjut, dengan dukungan kinerja sektor jasa yang membaik dan ekspor yang kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 diperkirakan tumbuh 5,6% dan meningkat menjadi 5,8% pada 2023.
Lalu, Fitch memperkirakan transaksi berjalan pada 2022 akan mencatat defisit rendah, yaitu 0,4% dari PDB. Kemudian, meningkat menjadi 1,0% dari PDB pada 2023. Sebelumnya, Fitch mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook Stabil pada 2021.(OL-11)
Duel penentuan Grup C Piala Uber 2026 antara Indonesia dan Taiwan berlangsung ketat. Hingga dua partai awal, kedudukan imbang 1-1 dalam laga yang digelar di Horsens.
PARA pecinta astronomi di Indonesia yang melewatkan puncak hujan meteor Lyrids masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan fenomena langit lainnya Hujan meteor Pi Puppid
INDONESIA mengamankan pasokan 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus. Itu dilakukan setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia ujar Hasyim Djojohadikusumo.
Kwarnas tetapkan Gudep Pramuka KBRI Kuala Lumpur sebagai percontohan luar negeri. Memiliki pembina tersertifikasi, aktif di Malaysia, dan siap kirim regu ke Jamnas XII.
Indonesia menegaskan pentingnya menjaga keamanan Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional yang aman dan terbuka sesuai hukum internasional.
Indonesia resmi menambah wilayah seluas 127,3 hektare di Pulau Sebatik usai kesepakatan batas darat dengan Malaysia. Pemerintah siapkan Rp86 miliar untuk PLBN.
Penurunan peringkat utang Amerika Serikat oleh Fitch Ratings dapat berimplikasi pada kehati-hatian (risk-off) investor di pasar keuangan global, termasuk negara berkembang.
Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat surat utang Amerika Serikat dari AAA menjadi AA+, pada Selasa (1/8).
Fitch menjelaskan, peringkat nasional di kategori AA menunjukkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan terhadap emiten atau obligasi lain
Alasannya karena dorongan pertumbuhan oleh pembukaan kembali ekonomi memudar dan dampak kumulatif dari pengetatan moneter yang lalu membebani pada ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved