Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri BUMN, Erick Thohir berkomitmen menguatkan hilirisasi industri sumber daya alam (SDA) untuk membuat kesempatan ekonomi baru bagi Indonesia. Melalui hilirisasi Indonesia tidak lagi diproyeksikan menjadi negara pengekspor bahan mentah namun barang yang memiliki nilai tambah sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi.
"Kita harus kembali ke pondasi kita, SDA kita harus dihilirisasi di kita. Jadi ada opportunity (kesempatan) baru," tutur Erick di acara Seminar Grand Desgn Menuju Indonesia Emas 2045, Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Minggu (9/1).
Mantan Presiden Inter Milan ini kemudian mengatakan saat ini saatnya Indonesia melakukan hilirisasi SDA. Ia tidak ingin Indonesia terus menerus mengekspor bahan mentah kepada negara-negara lain. "Jangan setengah jadi atau bahkan belum jadi, dikirim ke luar terus diolah dan dikirim ke kita lagi," kata dia.
Erick yang juga Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini kemudian memberikan contoh produk hilirisasi di Kementerian BUMN. Di antaranya adalah batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), methanol dan batrai listrik.
Sebagaimana diketahui DME merupakan produksi turunan dari batu bara melalui proses gasifikasi. DME menjadi energi alternatif pengganti LPG. DME memiliki nilai tambah langsung bagi makro ekonomi Indonesia. Proyek ini dapat mendukung neraca perdagangan, mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, hingga menghemat cadangan devisa.
Penghematan cadangan devisa diperkirakan mencapai Rp9.7 triliun. Proyek gasifikasi batu bara yang ditopang oleh Bukit Asam, Pertamina dan Air Product ini akan memastikan ketahanan energi nasional dan juga menjadi motor penggerak industri energi agar mampu beroperasi optimal.
Sedangkan untuk batrai listrik, Erick mendirikan holding Indonesia Battery Corporation (IBC) dari gabungan penggabungan empat BUMN yaitu PLN, Pertamina, Mind Id Group dan Antam pada bulan Maret 2021 lalu. Pembentukan IBC merupakan strategi pemerintah guna memaksimalkan potensi sumber daya mineral agar bisa dimanfaatkan di dalam negeri untuk mengelola industri baterai terintegrasi hulu hingga hilir.
Mulai dari pertambangan, smelter, hingga pabrik produksi katoda, precursor, battery cell dan battery pack. IBC ditargetkan memiliki kapasitas produksi baterai hingga 140 Gigawatt hour (GWh) pada tahun 2030 yang mana 50 GWh diantaranya akan diekspor sedangkan sisanya untuk menunjang industry electronic vehicle (EV) dalam negeri. Untuk produksi tahap pertama, IBC diketahui menargetikan untuk memproduksi 10 hingga 30 GWh. Pemroduksian baterai ini menggunakan 70 persen bijih nikel hasil alam Indonesia.
“Gas bisa dijadikan batu bara. Batu bara digasifikasi jadi DME untuk mengganti LPG. Jadi bukan batu baranya saja dijadikan pembangkit. Batu bara juga bisa dijadikan DME, methanol dan nikel bisa dijadikan batrai listrik. Supaya apa? kita membuat ekosistem,” pungkas Erick. (OL-12)
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi nasional fase II.
PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi mencanangkan 13 proyek besar hilirisasi nasional tahap kedua.
Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah untuk mendorong ketahanan energi nasional.
Prabowo resmi mulai hilirisasi Rp116 triliun dengan 13 proyek strategis. Targetnya jelas, hentikan ekspor mentah dan dorong ekonomi mandiri Indonesia.
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Dengan mengelola lebih dari 40 persen total luas perkebunan sawit nasional, petani tidak lagi cukup hanya berperan sebagai produsen bahan baku. Mereka perlu didorong untuk naik kelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved