Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menegaskan penamaan IPO GOJEK TOKPED tidak ada dalam bursa efek atas pemegang saham PT Royal Prima Tbk (PRIM) di atas 5%.
Direktur PT KSEI, Alec Syafruddin mengatakan terjadi kesalahan pada penamaan dalam proses pembuatan report.
"Ada kesalahan dalam proses pembuatan report kepemilikan 5% untuk dikirimkan ke IDX," ucap Alec kepada Media Indonesia, Rabu (7/7).
Dirinya menuturkan bahwa tidak ada penamaan IPO GOJEK TOKPED pada saham PRIM bahkan di semua list bursa.
Baca juga : Awas, Ada yang Ingin Rusak Tata Niaga Gula di Jatim
"Secara data kepemilikan bursa efek di KSEI tidak ada investor dengan nama IPO GOJEK TOKPED, karena baik investor institusi maupun investor individu. Jadi data kepemilikan 5% atas nama IPO GOJEK TOKPED tersebut tidak benar," jelasnya.
"Jadi tidak hanya di saham PRIM, di semua saham yang listed di bursa juga tidak ada kepemilikan atas nama IPO GOJEK TOKPED," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya IPO GOJEK TOKPED muncul sebagai pemegang saham PRIM sebesar 5% melalui 3 rekening efek 1st Financial Company Limited, Quest Corporation, dan Suisse Charter Investment. (OL-7)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved