Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menunda pemberlakuan pungutan ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya hingga 1 Januari 2020. Sedianya pemberlakuan pungutan itu akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2019.
"Berlaku efektif per 1 Januari itu seiring dengan efektifnya pelaksanaan mandatori B30," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, kemarin.
Hal itu disampaikannya seusai memimpin rapat yang diikuti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit.
Menurut dia, ketika B30 berlaku nanti, diproyeksikan penggunaan CPO akan meningkat yang pada akhirnya mendorong harga juga ikut naik.
"Penerapan B30 itu akan bertambah serapan volumenya sekitar 3 juta ton. Artinya kalau penggunaan naik, harga bisa meningkat," ucap Darmin.
Dengan demikian, potensi harga CPO untuk dikenai pungutan pun cukup terbuka sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23/PMK.05/2019.
Dalam peraturan itu disebutkan, apabila harga CPO di atas US$570 per ton, akan dikenai pungutan terhadap CPO dan turunannya sebesar 50% dari pungutan penuh. Untuk harga CPO di atas US$620 terkena pungutan penuh 100%.
Perihal besarannya, nilai pungutan ekspor produk CPO 100% terkena tarif US$50 per ton, dan untuk pungutan 50% hanya sebesar US$25 per ton.
Darmin mengatakan peraturan itu belum dapat diberlakukan saat ini meski pun harga CPO per 20 September 2019 lalu mencapai US$574,9 per ton. Hal itu disebabkan harga CPO yang relatif belum stabil dan masih cenderung mengalami penurunan.
"Kalau kita lihat fluktuasi harga per hari, trennya turun. Kalau kami kenakan, harga pasti turun lagi. Artinya petani akan menerima harga yang lebih rendah. Atas dasar itu, pungutan ekspor CPO belum diberlakukan," ujarnya. (*/Ant/E-2)
Kapal tanker melakukan bongkar muat crude palm oil (CPO) di Dermaga Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat.
Dalam konteks kebijakan nasional, program hilirisasi menjadi fokus utama sektor perkebunan pada 2025, khususnya industri kelapa sawit yang memiliki kontribusi signifikan.
Presiden menyebut capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri karena terjadi berulang kali dalam masa pemerintahannya yang baru berjalan sekitar 1,5 tahun.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan implementasi program biodiesel B50 berbasis crude palm oil (CPO) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi.
Harga sawit melonjak tajam hingga Juni 2026 dipicu konflik geopolitik global dan kenaikan energi, dengan pasokan ketat serta permintaan biodiesel tinggi.
LONJAKAN harga minyak dunia akibat eskalasi konflik Timur Tengah bisa menjadi momentum yang tepat untuk mempercepat implementasi kebijakan biodiesel 50 persen atau B50.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved