Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH Setya Novanto mengundurkan diri dari posisi Ketua DPR RI, drama kasus ‘papa minta saham’ di panggung Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI boleh saja berakhir.
Boleh jadi, saat melihat gelagat akrobatik sebagian anggota MKD bakal gagal total, Novanto mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR. Namun, pengunduran diri Novanto semestinya tak menghentikan proses hukum yang tengah digarap Kejaksaan Agung
Bila hari ini MKD buta dan tuli terhadap kehendak rakyat dalam keputusannya terhadap Novanto, lembaga 'yang mulia' itu sama saja telah menghancurkan DPR, juga demokrasi.
Di tangan hukum, rakyat akan ditunjukkan apakah Luhut hanya korban pencatutan atau ia sebenarnya juga bagian dari pemufakatan jahat itu.
RAKYAT pada dasarnya menghendaki pejabat negara hadir untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang melilit bangsa.
KASUS dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla memasuki babak point of no return atau tidak bisa mundur kembali.
Rakyat sudah tak lagi peduli lanjutan persidangan yang kelak MKD gelar. Rakyat sudah paham bahwa segala polah dan aksi sidang yang dibikin MKD hanya gincu.
Tak cukup hanya marah, Presiden harus memastikan Kejaksaan Agung dan Polri bergerak cepat menangani kasus itu di jalur pidana.
BERKALI-KALI anak bangsa ini dikhianati para elitenya yang mestinya bertindak lurus sebagai pengemban amanat.
Novanto boleh saja berhasil menguasai MKD, tetapi ia tidak bisa menghentikan tuduhan pemufakatan jahat yang sedang diteliti Kejaksaan Agung.
Sudahlah Pak Novanto, daripada menghabiskan energi melawan kehendak rakyat, lebih bagus Anda dan para pendukung Anda bersiap-siap menghadapi proses hukum.
SIDANG untuk menguji etika dan kepantasan dari kelakuan Ketua DPR Setya Novanto dalam skandal 'papa minta saham' masih berjalan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
SEJAK dua hari lalu masyarakat dibuat kian terperangah melalui peristiwa bersejarah dari Gedung DPR RI.
ADA persoalan serius, sangat serius, yang menerpa negeri ini. Persoalan itu ialah tidak hadirnya pemimpin berkualitas negarawan.
KERAGUAN publik bahwa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI akan berlaku profesional dalam menuntaskan skandal 'papa minta saham' yang diduga melibatkan Ketua DPR Setya Novanto mulai mendapatkan pembenaran.
ENAM tahun yang lalu, pada November 2009, Mahkamah Konstitusi membuat sejarah baru bagi bangsa ini saat memutar rekaman dugaan kriminalisasi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam sebuah sidang terbuka.
MAHKAMAH Kehormatan Dewan hari ini kembali menggelar sidang dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden oleh Ketua DPR Setya Novanto. Sidang akan menentukan mekanisme dan nama-nama yang kelak dimintai keterangan untuk memperjelas perkara yang populer disebut 'papa minta saham' itu.
POSISI Majelis Kehormatan Dewan (MKD) semakin sentral dalam menentukan arah penuntasan kasus dugaan pelanggaran etika oleh Ketua DPR Setya Novanto.
Kita hanya berharap MKD pada yang mampu memadukan keberanian, independensi, dan kebersihan diri dari suap.
PERKARA dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla oleh Setya Novanto akhirnya lolos ke persidangan Mahkamah Kehormatan Dewan.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved