Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan penyakit jantung adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia pada 2021. Jumlah kematian akibat penyakit jantung bahakn terus meningkat hingga mencapai 17,8 juta kasus. Peningkatan itu setara dengan satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun.
Para peneliti mengatakan ada berbagai faktor risiko yang menjadi pemicu terjadinya penyakit jantung, salah satunya adalah besarnya penghasilan. Persoalan pendapatan ini ternyata berpengaruh terhadap risiko penyakit jantung pada seseorang. Apa hubungannya penyakit jantung dan tingkat penghasilan seseorang?
Seperti dilansir dari Dailymail, para peneliti menemukan bahwa sekitar 50% orang dewasa berpenghasilan rendah lebih berisiko mengidap penyakit jantung karena kualitas tidur yang lebih buruk daripada mereka yang berpenghasilan tinggi. Para akademisi juga menghitung bahwa kurang tidur kurang dari enam jam dalam semalam dapat mempengaruhi 13% kasus penyakit jantung.
Penelitian tersebut sejalan dengan data riset dari Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) 2013, yang menunjukkan bahwa 2,1% masyarakat dengan status ekonomi bawah dan 1,6 persen masyarakat dengan status ekonomi menengah bawah, mengalami penyakit jantung koroner.
Sementara, WHO menyebutkan bahwa lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit jantung terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang. Kualitas tidur dari seseorang yang berpenghasilan rendah ini diakibatkan karena mereka harus bekerja dalam waktu cukup panjang atau bahkan memiliki beberapa pekerjaan untuk membayar tagihan.
Beban pekerjaan yang tinggi dan tekanan ekonomi berkontribusi menyebabkan kecemasan sehingga mengganggu kemampuan untuk tidur nyenyak. Selain itu, kondisi tempat tinggal dan lingkungan sekitar orang berpenghasilan rendah juga cukup berpengaruh terhadap kualitas tidur. Umumnya, orang berpenghasilan rendah tinggal di lingkungan yang padat dan bising.
Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cardiovascular Research terhadap 110 ribu orang dewasa, sebanyak 48 persen laki-laki dan 53 persen perempuan berpenghasilan rendah berisiko tinggi mengalami penyakit jantung.
Dipercaya secara luas bahwa insomnia, yang mempengaruhi sekitar satu dari tiga orang dewasa, mengubah seberapa baik fungsi tubuh. Dalam penelitian yang sama, tim peneliti menekankan bahwa tidur yang cukup penting untuk kesehatan jantung.
Tidur juga memberikan sistem kekebalan tubuh dan sistem kardiovaskular istirahat yang sangat dibutuhkan, dan pada saat yang sama memungkinkan organ-organ lain. Maka dari itu tidur sangat penting sebagai waktu pemulihan dan membuat seseorang lebih berenergi dan segar. Durasi tidur yang disarankan untuk orang dewasa adalah 6-8 jam.
Sementara itu, berdasarkan hasil studi yang melibatkan lebih dari 15 ribu pasien rawat inap karena serangan jantung akut atau penyakit jantung koroner di Belanda itu, menemukan bahwa para pasien dengan pendapatan terendah memiliki tingkat kematian pada 28 hari dan satu tahun yang lebih tinggi secara berkelanjutan.
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved