LONJAKAN harga mulai terasa di sektor industri nasional, dipicu kenaikan bahan baku plastik. Harga nafta bahan utama produksi plastik melonjak hampir 45% dalam sebulan. Dampaknya, harga plastik jenis PE dan PP naik hingga 50–100%, sementara kemasan plastik diperkirakan meningkat minimal 40%. Kenaikan terjadi karena sekitar 70% pasokan nafta dunia berasal dari Timur Tengah yang kini terganggu konflik.

Tekanan harga juga merambat ke sektor transportasi dan kebutuhan konsumsi. Harga avtur domestik naik sekitar 70% dengan porsi bahan bakar mencapai 40% biaya operasional maskapai. Gangguan pasokan pupuk global meningkatkan risiko kenaikan harga pangan dalam 1–3 bulan ke depan, sementara harga suplemen dan obat mulai naik meski stok nasional dinilai aman. Di sektor industri, terganggunya pasokan sulfur global membuat sebagian produsen nikel Indonesia mulai mengurangi produksi dan berpotensi memengaruhi rantai pasok elektronik.