JET tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat dilaporkan ditembak jatuh di wilayah barat Iran, disusul pesawat serbu A-10 Warthog yang juga jatuh setelah terkena pertahanan udara Iran. Padahal, kedua pesawat ini dikenal sebagai andalan dominasi udara AS dengan kecepatan hingga Mach 2,5, radar AESA berteknologi tinggi, serta kemampuan membawa puluhan rudal dan bom presisi untuk operasi jarak jauh.
Insiden tersebut menyoroti strategi Iran yang berbeda. Meski armada jetnya terbatas dan relatif tua, Iran mengandalkan pertahanan udara berlapis, radar deteksi dini, serta strategi anti-akses (A2/AD) yang membuat wilayah udaranya berbahaya bagi lawan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa dalam perang udara modern, sistem pertahanan yang efektif dapat menantang bahkan kekuatan udara paling canggih sekalipun.




