Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH Partai Amanat Nasional (PAN) merangkul tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU) dinilai tepat. Keberadaan mereka bisa meningkatkan suara PAN karena warga NU memegang prinsip Samina Wa Athona, yaitu patuh terhadap pimpinan jemaah.
“Kalau kita baca secara sosiologis, nahdliyin itu tergantung kiai, Samina Wa Athona ke kiai. Walaupun dalam konteks politik agak cair, tetapi itu kan perlu dirangkul,” ungkap pengamat Politik UIN Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan, dalam keterangan tertulis, Minggu, (23/7).
Baca juga : PAN Makin Jadi Pilihan Kalangan Seniman Jawa Timur
Sejumlah tokoh NU yang bergabung dengan PAN, antara lain Gus Syaiful Nuri dari Pondok pesantren Sidogiri Pasuruan dan Gus Ahmad Abdul Qodir dari pondok pesantren Syaikh Abdul Qodir Jailani.
Baca juga : Meski Berprofesi Artis, PAN Yakin dengan Kualitas Kadernya
Selain tokoh NU, PAN diisi kader yang namanya sudah populer, bahkan dari kalangan artis. "Artis yang sudah terpilih, yang sudah lama di PAN bisa menjadi contoh untuk membuktikan bahwa PAN tidak main-main," ujar dia.
Namun, PAN tetap perlu melakukan kerja-kerja politik untuk menghadapi Pemilu 2024, meski telah banyak terbukti bekerja nyata dalam membantu masyarakat. Terutama, bagi kader-kader PAN yang baru bergabung agar dapat meyakinkan masyarakat.
"Kalau dilihat PAN sepertinya banyak menarik tokoh-tokoh, public figure yang dianggap punya popularitas. Itu tidak menjamin, tergantung kerja partai,” ucap dia. (Z-8)
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
Saifullah Yusuf menyatakan aspirasi Ketua PWNU se-Indonesia terkait waktu pelaksanaan muktamar selaras dengan keputusan internal organisasi.
Menurutnya ini bukan sekadar teladan yang tidak hanya berlaku bagi kalangan anak muda NU sebagai generasi penerus.
Arah pemilihan Rais Aam melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) saat ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi kepentingan para aktor utama di posisi Ketua Umum.
Gus Lilur merasa prihatin jika tradisi besar seperti pesantren dan bahtsul masail terpinggirkan oleh kepentingan elektoral.
Oleh karena itu, penguatan relasi NU dan NKRI membutuhkan agenda strategis yang melampaui retorika. Digitalisasi dakwah moderat ialah kebutuhan mutlak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved