Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengaku siap untuk kembali mencalonkan diri sebagai pemimpin tertinggi organisasi Islam terbesar se-Indonesia itu.
Kesiapan tersebut dilatarbelakangi banyaknya permintaan dari pengurus-pengurus wilayah yang ingin dirinya kembali menjabat sebagai ketua umum.
"Sampai saat ini saya belum deklarasi secara resmi, tetapi permintaan sudah sangat banyak. Kalau permintaan banyak ya saya siap. Kader harus siap," ujar Said usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/10).
Said telah menjabat sebagai Ketum PBNU sejak 2010. Pada Muktamar NU Ke 33 di Jombang, Said Aqil kembali terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode kedua (2015-2020).
Dalam pertemuan dengan kepala negara, agenda Muktamar yang rencananya digelar pada 23-25 Desember mendatang menjadi salah satu pokok pembicaraan utama.
Baca juga: Nahdlatul Ulama Tegaskan Dukungan bagi Palestina
"Dengan presiden, saya mohon dukungan penyelenggaraan muktamar sukses. Tapi ini dukungan muktamar supaya lancar, bukan dukungan pencalonan," ucapnya.
Presiden, sambung Said, sempat ragu apakah forum besar itu bisa dilaksanaan pada masa pandemi.
"Presiden agak tanda tanya. Apakah bisa jika melihat situasi covid-19 seperti sekarang. Ya nanti kita lihat. Itu pasti dengan syarat ketat, memperhatikan protokol kesehatan dan izin dari Satgas Covid-19," tuturnya.
Ia pun mengatakan belum ada keputusan apakah Jokowi akan hadir secara langsung untuk membuka Muktamar NU.
"Itu belum dibicarakan. Yang pasti ini ada kemungkinan hybrid, tidak mungkin 100% daring," tandasnya.(OL-4)
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
Arah pemilihan Rais Aam melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) saat ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi kepentingan para aktor utama di posisi Ketua Umum.
DESAKAN agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menggelar muktamar NU terus menguat. Kali ini, Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia mendesak muktamar
Rangkaian menuju Muktamar ke-35 sendiri akan didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.
Gus Lilur merasa prihatin jika tradisi besar seperti pesantren dan bahtsul masail terpinggirkan oleh kepentingan elektoral.
TOKOH Nahdatul Ulama (NU) HRM. Khallilur R Abdullah Sahlawiy atau biasa disapa Gus Lilur mengingatkan, penyelenggaraan Muktamar NU mendatang harus bebas dari politik uang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved