Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KITA hargai kebanggaan yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada para atlet yang akan berlaga di arena SEA Games Kuala Lumpur. Kehangatan dan keakraban yang dibangun pasti akan membesarkan hati para atlet. Itu akan memacu para atlet untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki saat pertandingan nanti.
Apalagi Presiden menyuntikkan pesan bahwa seluruh rakyat akan berada di belakang para atlet. Kalau atlet gagal, seluruh rakyat akan merasakan juga sakitnya. Sebaliknya, apabila para atlet berhasil, itu akan mendorong semangat seluruh rakyat.
Satu harapan lain yang disampaikan Presiden ialah kita harus menjadi juara umum. Sebagai negara terbesar di ASEAN, kita harus menunjukkan kebesaran itu. Salah satunya dengan menjadi yang terbaik di olahraga.
Harapan itu tentu wajar-wajar saja. Apalagi selama dua dekade pertama sejak kita ikut serta di pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara 1977, kita selalu menjadi peraih medali terbanyak. Hanya, juara bukan proses yang terjadi dengan sendirinya. Ada perjalanan panjang yang harus kita tempuh sebelum sampai ke tangga juara itu.
Langkah yang harus ditempuh adalah latihan. Setiap atlet harus mau melewati proses latihan yang melelahkan. Istilah yang dulu sering digunakan Ketua Umum KONI Pusat Wismoyo Arismunandar, lebih baik bermandi darah saat berlatih daripada mandi air mata setelah bertanding.
Di sinilah kita alpa. Persiapan menuju SEA Games tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh. Mulai kebutuhan peralatan yang terlambat datang sampai uang saku yang juga terlambat dicairkan. Beberapa atlet angkat besi sampai keluar dari pemusatan latihan nasional karena harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Sayang Presiden tidak terlalu aware dengan persoalan ini. Ketika berita tentang itu marak di media massa, Presiden tidak segera bertindak. Kalau memang menginginkan para atlet berhasil, seharusnya saat latihan berbagai persoalan itu dipecahkan.
Ketika pertandingan sudah di depan mata sementara persiapan yang dilakukan begitu minim, mustahil kita akan bisa meraih prestasi terbaik. Sekarang ini bukan zamannya lagi orang juara sekadar modal semangat. Olahraga sudah didekati dengan sains dan teknologi.
Jangankan untuk olahraga terukur yang tingkat kemampuan atlet bisa dilihat dengan mudah perkembangannya, untuk olahraga permainan pun latihan yang baik dan sempurna merupakan prasyarat. Selalu dikatakan berlatih dan berlatih, itulah yang akan membawa kesempurnaan.
Klub Real Madrid atau Barcelona tidak pernah akan bisa juara kalau para pemainnya tidak pernah berlatih untuk mengasah fisik, membangun kerja sama tim, dan melakukan penyelesaian akhir. Cristiano Ronaldo bisa menjadi pemain terbaik dunia karena ia selalu menambah porsi latihan sendiri ketika pemain lain sudah berhenti berlatih.
No pain, no gain. Kemajuan tidak pernah akan bisa diraih kalau kita tidak mau bersakit-sakit. Tidak ada juara yang kebetulan. Semua yang menjadi juara pasti melalui proses latihan yang panjang dan melelahkan.
Kita tidak hanya sudah terjebak pada budaya instan, tetapi juga kebiasaan untuk berpikir 'bagaimana nanti'. Kalau mau menjadi bangsa yang maju, kita harus membangun kebiasaan berpikir 'nanti bagaimana'. Itulah yang akan mendorong kita bersikap antisipatif dan berwawasan jauh ke depan.
Dalam revolusi mental yang didengungkan Jokowi dulu, sebenarnya implementasi yang paling mudah dilihat, ya, dalam pembinaan olahraga. Sepanjang cara penanganan dan kebijakan pembinaan pemuda serta olahraga masih seperti ini, jangan harapkan ada perubahan mental pada bangsa ini.
Mohon maaf keinginan untuk menjadi juara umum di SEA Games nanti hanyalah sebuah mimpi kosong. Para pembina yang setiap hari bersama dengan para atlet dalam berlatih pun hanya berani menargetkan kita berada di empat besar. Ini bukan karena mereka pesimistis, melainkan karena sepanjang pemerintah tidak serius menangani pembinaan olahraga, jangan harap akan ada prestasi besar.
Ujian dari kesungguhan dalam pembinaan olahraga selanjutnya kita lihat dalam persiapan menghadapi ajang Asian Games yang akan digelar di kandang sendiri. Kalau mau atlet kita berjaya, berikan kesempatan kepada mereka untuk bisa berlatih secara serius. Siapkan segala kebutuhan untuk latihan karena hanya itu yang akan membawa mereka ke jenjang juara.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved