Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DATA terbaru yang dikeluarkan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menempatkan Indonesia pada peringkat pertama dalam tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Dari data yang didapat Gallup, pemerintah dianggap bisa diandalkan, cepat tanggap, adil, serta mampu melindungi masyarakat dari risiko-risiko dan memberikan layanan publik yang efektif.
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, penilaian ini dikeluarkan OECD setiap 10 tahun.
Pada 2007, tingkat kepercayaan kepada pemerintah berada pada angka 51%. Sekarang ini kepercayaannya berada pada tingkat 80%.
Indonesia yang menjadi negara partner OECD sejajar tingkat kepercayaan masyarakatnya dengan negara anggota OECD, Swiss.
Ini merupakan pengakuan yang baik atas apa yang sudah dilakukan pemerintah.
Hanya, tantangan selanjutnya, sejauh mana hasil penilaian ini bisa diikuti dengan kebijakan yang membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Sekali lagi harus kita sampaikan, kondisi ekonomi sekarang ini tidaklah terlalu menggembirakan.
Tekanan ekonomi masih terasakan dan belum ada langkah pemerintah yang bisa melonggarkan keadaan. Sektor riil masih dalam perjuangan untuk bisa tumbuh normal.
Kalangan dunia usaha bukan tidak berupaya memperbaiki keadaan.
Pengusaha Chairul Tanjung, misalnya, menginvestasikan sekitar US$1 miliar setiap tahun untuk mengembangkan sektor ritelnya.
Pengusaha Prajogo Pangestu juga menginvestasikan modal besar untuk mengembangkan bisnis energi panas bumi dan petrokimia.
Anthony Salim tidak berhenti untuk melebarkan usahanya bahkan sampai ke mancanegara.
Di sektor moneter, Bank Indonesia terus mencoba menjaga daya beli masyarakat.
Rapat Dewan Gubernur Kamis (20/7) malam mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada posisi 4,75%, di tengah tekanan Federal Reserve Amerika Serikat yang terus akan meningkatkan suku bunga.
Demikian pula pengendalian inflasi, terus dilakukan dengan mengajak peran serta dari kepala daerah.
Namun, kita belum melihat sisi fiskal memberikan respons yang memadai untuk melawan kelesuan ekonomi yang terjadi.
Komunikasi yang terus didengungkan justru mengindikasikan kontraksi.
Pemerintah bolak-balik hanya berbicara soal peningkatan penerimaan pajak dan pemotongan anggaran.
Kita sebenarnya menunggu kebijakan counter-cyclical untuk melawan pelemahan yang sedang terjadi.
Peningkatan penerimaan negara jangan hanya dilakukan dengan mengejar-ngejar wajib pajak. Pemerintah justru harus mendorong kegiatan bisnis yang potensi pajaknya bisa cepat diperoleh pemerintah.
Sekarang ini kita sedang dihadapkan kepada kondisi yang anomali.
Makroekonomi kita menunjukkan perbaikan. Pujian dari lembaga seperti OECD terus mengalir.
Namun, ibaratnya kita seperti 'tikus mati di lumbung padi'.
Berulang kali kita katakan, respons yang harus kita lakukan tidak cukup dengan pendekatan textbook.
Kita harus berani melakukan terobosan yang tidak biasa. Cara berpikir out of the box yang kita sekarang nantikan dari pemerintah.
Masih banyak ruang yang bisa kita lakukan.
Ambil contoh bisnis yang cepat menghasilkan dan mempunyai dampak penerimaan pajak yang besar, yaitu minyak dan gas serta pertambangan.
Kalau misalnya kita bisa cepat menyelesaikan perundingan dengan Freeport, investasi besar untuk tambang bawah tanah dan pabrik pengolahan akan segera mengalir.
Pada masa transisi, pemerintah bisa mendapatkan pajak dan royalti dari konsentrat yang bisa kita ekspor.
Hal lain ialah eksploitasi Blok Masela. Kalau pemerintah bisa cepat menjelaskan apa yang dimaui dan mempercepat investasi untuk mengangkat gas yang ada di Laut Banda, investasi ratusan triliun rupiah akan masuk dan penerimaan negara akan bisa ikut naik.
Sayangnya, dalam situasi anomali, cara berpikir kita seakan-akan keadaan masih biasa-biasa.
Ketika situasi krisis tidak juga menjadi kesadaran, tidak usah heran apabila kita tidak merasa perlu bergegas untuk menyelesaikan masalah.
Kita tentu berharap penilaian yang diberikan OECD merupakan sikap yang ada pada pemerintah bahwa pemerintah benar-benar tanggap dan berani mengambil langkah untuk melindungi rakyat dari risiko buruk yang akan dihadapi.
Kita tidak menyangkal kondisi jangka panjang Indonesia penuh dengan harapan.
Hanya, kita tidak boleh melupakan persoalan jangka pendek.
John Maynard Keynes selalu mengingatkan, "In the long run, we are all dead."
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved