PLN

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
10/6/2015 00:00
PLN
(Grafis/SENO)
SAAT menjabat Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Sofyan Basir mampu membawa bank yang dipimpinnya menjadi bank dengan aset terbesar di Indonesia. Akhir 2014 aset BRI terca tat sebesar Rp778 triliun. Betapa ka get nya ketika ia saat dipercaya menjadi Dirut Perusahaan Listrik Negara, belanja tahunan PLN mencapai Rp500 tri liun dan BRI tidak ada apa-apanya ihwal belanja modal itu.

PLN merupakan perusahaan raksasa. Untuk men jamin seluruh rakyat mendapatkan pasokan listrik, mereka harus mengelola pembangkit, jaringan, gardu, hingga  instalasi ke rumah-rumah. Organisasinya superbesar karena pelanggannya dari Sabang sampai Merauke. Dengan belanja dan organisasi yang begitu besar, potensi terjadinya penyimpangan pun  oto matis besar. Sejak lama kita mendengar kerajaan-kerajaan kecil yang ada dalam PLN.

Untuk pasokan batu bara bagi sebuah pembangkit tertentu, misalnya, pasti perusahaannya berkaitan dengan pejabat PLN. Tidak usah heran apabila muncul inefi siensi. Saya pernah melihat pembangkit listrik milik PLN di Meulaboh. Sudah selesai pembangunan pembangkit listrik, tetapi tidak pernah beroperasi secara optimal karena pasokan batu baranya tidak mencukupi.

Padahal, di sebelah pembangkit listrik itu ada pertambangan batu bara, tetapi PLN memilih membeli batu bara dari Kalimantan Timur dengan alasan kalori batu bara di Aceh terlalu rendah.  Sepanjang inefi siensi tidak pernah bisa diperbaiki dan ada perusahaan dalam perusahaan, PLN bakal selalu merugi. Kepada Per tamina, PLN selalu minta utang dijadwal ulang karena menganggap itu sebagai uang negara yang pin dah dari ‘kantong kiri’ ke 'kantong kanan'.

Akibat cara kerja yang seperti itu, tidak usah heran apabila Direksi PLN tersandung korupsi. Dirut PLN Eddie Widiono harus mendekam lima tahun dalam penjara. Sekarang nasib nahas harus dialami mantan Dirut PLN Dahlan Iskan yang dituduh terlibat korupsi. Tidak keliru apabila Sofyan Basir berusaha memperbaiki dulu tata kelola di dalam PLN.

Belanja modal Rp500 triliun setiap tahun jelas merupakan uang yang tidak sedikit. Karena uang itu dikelola di dalam organisasi yang besar, tidak heran kalau memancing orang yang beriktikad tidak baik untuk ikut memanfaatkannya. Apalagi target yang diberikan kepada PLN juga luar biasa. Pada 2019, seluruh Indonesia harus teraliri listrik.

Ambisi besar itu membuat orang berpandangan tak peduli biaya, yang penting tujuan menerangi Indonesia bisa tercapai. Padahal, target itu tidak boleh dicapai  enggan prinsip at all cost. Efisiensi tetap harus menjadi perhatian karena sumber dana yang kita miliki tetap terbatas. PLN harus menerapkan prinsip good  corporate governance karena inefi siensi dalam tubuh PLN akhirnya harus ditanggung rakyat.

Sekarang ini tarif listrik untuk instalasi di atas 450 kVA naik otomatis tiap tiga bulan. Artinya, baik rumah tangga maupun industri harus menanggung beban yang kian berat. Dampaknya kepada infl asi yang pada gilirannya memengaruhi suku bunga dan pertumbuhan ekonomi. Sikap mental bahwa perusahaan negara boleh rugi dan boleh menjadi tempat bancakan harus diubah. Pasal 33 UUD 45 tentang ekonomi ke keluargaan bukan berarti BUMN itu milik keluarga-keluarga dan tidak perlu  dikelola secara profesional. Kita mendambakan BUMN yang modern dan profesional agar mampu menciptakan efi siensi ekonomi. Hanya dengan itulah, kita bisa mencapai masyarakat adil dan makmur.


Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima