Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Hamburg, Jerman, telah usai. Meski disambut demonstrasi besar-besaran, perhelatan dua hari (7-8 Juli) itu kian menambah ukiran prestasi sang sahibulbait, Konselir Angela Dorothea Merkel. Ketua Partai Persatuan Demokrat Kristen yang menjadi kanselir Jerman sejak 2005 itu kini menjadi pemimpin perempuan paling disegani karena akomodasinya soal pengungsi asal Timur Tengah yang membanjiri Eropa.
Bagi para pemimpin yang hadir, KTT G-20 juga panggung yang penting. Menurut para analis, ada empat pemimpin yang paling ditunggu: Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Namun, Presiden Joko Widodo yang tampil mengenakan stelan jas biru tua dan dasi merah menyala juga menjadi magnet.
Sebelum ke Hamburg, Jokowi melawat ke Turki dan keakraban kedua presiden itu ditunjukkan lewat video blog Jokowi. Meski Erdogan tak serileks Jokowi, gambar hidup kedua pemimpin itu menunjukkan kedekatan. Keduanya seperti sahabat yang saling memendam rindu. Saya mengikuti lawatan Presiden Jokowi awalnya lewat akun Twitter Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang secara berkala mengunggah berbagai aktivitas Jokowi, mulai tiba di Turki, disambut hangat Erdogan, pertemuan dengan Imam Besar Masjid Kocatepe Camii, hingga mendarat di Jerman.
Pramono membagikan gambar Jokowi ketika bersama PM Australia Malcolm Turnbull yang dari jendela hotel melihat para demonstran mengamuk. Ada juga foto Jokowi diapit PM Kanada Justin Trudeau yang berkaus kaki merah dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, berbincang hangat dengan Donald Trump, dan dengan PM India Narendra Modi. Yang paling menarik foto di sela-sela KTT, ketika Presiden Jokowi diapit dua perempuan hebat Angela Merkel dan Pemimpin IMF Christine Lagarde. Dari berbagai tayangan, Jokowi memang banyak dimintai foto bersama, termasuk Trump yang mencoleknya secara khusus.
Dengan sigap, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengarahkan kameranya ke arah dua pemimpin itu. Dalam sesi foto para pemimpin G-20, Presiden Jokowi juga berdiri di barisan terdepan sederet dengan Trump, Macron, Merkel, Putin, Erdogan, dan Xi Jinping. Foto-foto cukup menjelaskan posisi Jokowi. Jokowi juga menjadi salah satu pembicara utama (lead speaker). Ia bicara soal penanggulangan terorisme.
Ia pun mengungkapkan program deradikalisasi di Indonesia cukup bisa mengurangi tindak terorisme. “Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, juga berperan penting dalam menyebarkan perdamaian dan ajaran Islam yang toleran,” ujar Jokowi. Ia pun meminta G-20 yang menguasai 75% ekonomi dunia menjadi kekuatan pendorong untuk mencari solusi atas ketidakadilan dengan cara membangun ekonomi yang inklusif.
Sesungguhnya, saya semula agak terganggu oleh Presiden Jokowi yang melawat ke Barat dengan membawa semua anak, menantu, dan cucu. Secara protokoler bisa jadi tak masalah dan pihak istana juga menjelaskan keluarga Jokowi menggunakan uang pribadi, tetapi secara kepantasan bisa dipertanyakan. Para musuh politiknya tentu melihat ini sebagai sasaran empuk untuk ‘dimainkan’. Mestinya Jokowi mempunyai kepekaan akan hal-hal seperti ini.
Namun, pembawaan Jokowi yang cair, percaya diri, dan sambutan hangat para pemimpin dunia menjadi obat penawar rasa gusar. Kita tahu perhelatan internasional seperti KTT G-20 ialah panggung bagi para pemimpin. Rakyat dari setiap pemimpin yang hadir bisa jadi ada yang serius ingin tahu. Apakah dengan biaya negara yang mahal para pemimpin sekadar hadir atau bisa menjadi kebanggaan negerinya.
Saya kira, dengan gayanya, Jokowi salah satu pemimpin yang membuat KTT G-20 menjadi tak kaku. Presiden Donald Trump memang yang paling banyak jadi sorotan. Terlebih setelah insiden Ivanka, putri Trump, yang juga penasihat sang ayah, yang duduk di kursi Donald Trump ketika tengah keluar ruangan. Ahli sejarah Anne Applebaumpun meradang di Twitter. “Kehadiran sosialita yang tidak terpilih, tidak berkualitas, dan tidak siap bukanlah representasi yang bagus bagi Amerika Serikat,” cicitnya dengan tajam.
Kicauan akun Twitter Trump yang menulis caption pertemuan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, tetapi foto yang diunggah saat ia bertemu PM Singapura Lee Hsien Loong, juga ramai mendapat sorotan tajam. Karena itu, saat melihat kehadiran Presiden Jokowi di KTT G-20, bolehlah kita memberi apresiasi. Dalam sebuah pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Jerman, ia mengingatkan betapa Indonesia ialah negara besar, tak selayaknya menjadi penonton.
Kehadiran Jokowi yang menonjol di KTT G-20 ialah representasi dari negara yang tak boleh dipandang sebelah mata itu. Ini penting untuk membangkitkan semangat kita yang kerap melisut menghadapi rupa-rupa peristiwa global ini.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved