Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KIM JONG-UN berumur 33 tahun, sedangkan Donald Trump berusia 71 tahun, tapi keduanya dinilai seperti kanak-kanak abadi yang mudah 'dikomporin'. Bedanya dengan kanak-kanak benaran yang senang main-mainan (pistol-pistolan, misalnya), dua kanak-kanak pemimpin negara itu senang bermain-main dengan senjata benaran, rudal balistik antarbenua. Presiden AS Donald Trump panas hati dengan ulah pemimpin Korut Kim Jong-un yang merayakan hari kemerdekaan AS pada 4 Juli lalu dengan cara memberi hadiah khusus berupa peluncuran rudal balistik di Laut Jepang.
Trump membalasnya dengan mengajak Korsel meluncurkan rudal balistik jarak pendek yang mampu menyerang dengan tepat markas musuh di saat darurat. Jarak Seoul-Pyongyang hanya 195 kilometer. Rudal yang diluncurkan Korut dapat mencapai wilayah Alaska dan Hawaii. Kurang lebih Kim Jong-un mau bilang kepada Trump, dia bisa meluluhlantakkan AS dengan mudah.
Persis seperti kanak-kanak, Kim Jong-un mengajak rakyatnya di ibu kota negara Pyongyang pesta kembang api untuk merayakan keberhasilan peluncuran rudal itu. Trump berulang kali menyampaikan keinginannya agar Tiongkok berperan menghentikan uji senjata nuklir Korut. Namun, Tiongkok tidak memedulikannya. Apakah Korut gemetar dengan ancaman itu? Sudah pasti tidak.
Pertahanan terbaik ialah menyerang. Tanpa nuklir Korut sudah lama 'selesai'. Posisi itu merupakan sikap ayahnya, Kim Jong-il, yang berkuasa 17 tahun, yang membangun sejata nuklir sekalipun rakyatnya kelaparan. Berbagai cara telah dilakukan AS untuk 'menaklukkan' Korut. Yang lapar diberi bantuan makanan. Bantuan diterima, tetapi komitmen untuk berhenti mengembangkan senjata nuklir tidak diindahkan.
Berbeda dengan ayahnya yang berat sebelah ke security daripada prosperity, kepada Komite Sentral Partai (2013), Kim Jong-un menyampaikan doktrin baru, yaitu memajukan senjata nuklir serentak dengan pembangunan ekonomi dan perbaikan standar hidup. Untuk melaksanakan doktrin baru itu, Kim Jong-un mengangkat Pak Pong-ju sebagai petinggi negara di bidang ekonomi.
Pong-ju mengawali kariernya sebagai manajer pabrik makanan dan memimpin sebuah kompleks industri kimia. Prof John Delury dari Universitas Jonsei, Soul, menilainya sebagai seorang teknokrat reformis. Untuk meningkatkan efisiensi, Kim mendesentralisasikan keputusan manajemen kepada usaha pertanian dan pabrik. Ia membangun selusin zona ekonomi khusus.
Sang pemimpin negara merangkul masyarakat kelas konsumsi. Secara terbuka ia mengunjungi mal, apartemen gedung tinggi, dan konser musik pop. Menurut Prof John Delury, sekalipun Korut didera sanksi ekonomi oleh AS dan terbatasnya investasi asing, perekonomian Korut tumbuh 1%-2% per tahun. Dari kantor berita AFP, harian ini pekan lalu menurunkan laporan pemandangan di wilayah perbatasan Korut-Tiongkok kontras dengan harapan Trump.
Setiap hari puluhan truk mengantre menunggu izin memasuki kota perbatasan Dandong, Tiongkok. Di kota itu 70% perdagangan Korut-Tiongkok berlangsung. Menurut BBC, di situ hidup pebisnis, pelayan wanita, sopir asal Korut, bahkan sebagian bisa bercakap dan bernyanyi dalam Inggris. Trump kiranya bisa keliru dalam dua perkara. Pertama, Kim Jong-un, penerus Dinasti Kim, lebih bandel dan 'dingin' daripada ayahnya.
Buktinya, ia menghabisi pamannya Jan Song-Thaek dengan tuduhan pengkhianatan dan korupsi (2013). Ia di belakang pembunuhan saudara tirinya Kim Jong-nam yang mati diracun dua perempuan di Malaysia, Februari lalu. Malaysia 'menyerah' tidak bisa lain harus menuruti tekanan Korut untuk segera menyerahkan jenazah mendiang tanpa autopsi. Kedua, Trump keliru besar mengira Tiongkok bakal mengikuti permintaannya untuk menekan Korut berhenti mengembangkan persenjataan nuklir.
Presiden Xi Jinping sadar benar bahwa negaranya adikuasa ekonomi nomor 2 di dunia, pemimpin global dalam manufaktur dan perdagangan, punya anggaran belanja militer dan cadangan devisa terbesar di dunia, serta punya lingkaran sahabat yang katanya semakin banyak. Yang terakhir dibuktikan dengan kian banyaknya anggota Asian Infrastructure Investment Bank yang dipimpin Tiongkok, yakni mencapai 80 negara.
Di atas semuanya Tiongkok tidak ingin terjadi pelemahan kekuasaan di Korut, apalagi jatuhnya Dinasti Kim, disertai perubahan sistem dari negara tertutup menjadi terbuka. Korut tertutup lebih bermaslahat bagi Tiongkok. Kayaknya benar pendapat yang mengatakan Trump sebetulnya tidak tahu apa persisnya yang akan dilakukannya terhadap dunia. Kesulitan itu terutama karena di dalam dirinya 'tersimpan' karakter kanak-kanak abadi. Siapakah yang sanggup 'mendewasakannya'?
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved