Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKA puasa dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memberikan dua gambaran tentang kondisi perekonomian Indonesia. Pertama, kondisi makroekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Itu terlihat dari cadangan devisa yang terus meningkat, surplus perdagangan yang membaik, nilai tukar rupiah yang relatif stabil, pertumbuhan kredit yang mulai meningkat, dan angka inflasi yang terkendali.
Kedua, konsolidasi perbankan dan perusahaan sedang berjalan. Kita masih membutuhkan waktu agar kemudian benar-benar bisa menggerakkan sektor riil. Kondisi itu dikonfirmasi pendiri Grup Triputra Theodore Permadi Rachmat saat mengundang para pemimpin redaksi berbuka puasa. Kondisi keuangan banyak perusahaan pada kuartal pertama tahun ini hampir semuanya positif.
Kalau kita pandai memanfaatkan momentum ini, pertumbuhan ekonomi bisa didorong lebih tinggi lagi. Kita memang harus sabar memulihkan kondisi ekonomi. Apalagi berbeda dengan krisis global 2008, keseimbangan baru yang tercipta sekarang ini membutuhkan waktu yang lebih lama. Ketika terjadi krisis global 2008, perekonomian Indonesia sudah menunjukkan perbaikan pada 2010.
Sekarang ini sampai kuartal IV 2016 kita melihat perekonomian masih tertekan. Pembalikan baru dirasakan kuartal I 2017. Meski begitu, sektor ritel masih belum kembali ke titik semula. Konsumsi rumah tangga masih mengalami perlambatan. Investasi baru juga masih stagnan. Bahkan investasi nonbangunan masih tertekan dalam. Yang mulai terlihat menggeliat ialah konsumsi pemerintah yang kuartal IV tahun lalu tumbuh negatif -4,05% menjadi 2,7% pada kuartal I tahun ini.
Tantangannya terletak seberapa mampu pemerintah melakukan konsolidasi fiskal karena penerimaan pajak hingga Mei baru mencapai 38%. Kalau pada semester II tidak membaik, seperti tahun lalu pemerintah di akhir tahun nanti terpaksa melakukan penghematan agar defisit anggaran tidak melampaui batas 2,5% dari produk domestik bruto. Kita harus menerima kenyataan memang selalu akan ada time lag antara perbaikan pada makroekonomi dan bergeraknya sektor riil.
Kita mengharapkan pada semester II nanti sektor riil bisa bergerak mengikuti perbaikan yang terjadi di sektor perbankan. Yang kita butuhkan sekarang adalah kepastian. Pemerintah jangan membuat kebijakan yang membuat pasar malah menjadi nervous. Janji untuk memberikan kemudahan benar-benar harus menjadi praktik keseharian. Jangan hanya janji kosong dan kenyataannya pengusaha menghadapi kesulitan dalam mengurus izin.
Sebagai contoh kesepakatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Pengurusan izin pengolahan produk yang disepakati 3 jam kenyataannya membutuhkan waktu 10 hari. Alasannya, yang 3 jam itu untuk pengolahan yang volumenya besar. Sebuah alasan yang tidak masuk akal. Pemerintah yang dihormati ialah pemerintah yang kredibel.
Kredibilitas itu diukur dari ucapan dan kebijakan yang disampaikan. Jangan sampai kebijakan mudah berubah hanya karena pertimbangan yang tidak matang. Jangan pula janji yang disampaikan berbeda dengan praktiknya. Terakhir, kita melihat juga kebijakan mengenai laporan rekening perbankan untuk perpajakan. Kita mendukung upaya pemerintah untuk membagi beban yang sama kepada setiap warga negara sesuai dengan pendapatannya.
Pajak merupakan alat yang paling ideal untuk menciptakan pemerataan kemakmuran. Namun, belum saja tinta yang dituliskan itu kering, peraturannya sudah diubah kembali. Penetapan pembukaan rekening bank sampai Rp200 juta menimbulkan reaksi keras dari masyarakat karena komunikasi yang buruk. Ketika muncul ancaman untuk memindahkan simpanan dari bank ke bawah bantal, pemerintah mengubah menjadi Rp1 miliar.
Kita ingat pernyataan mendiang Presiden AS John F Kennedy yang menyebutkan, "Upya dan keberanian tidaklah cukup kalau tidak diikuti dengan penjelasan tentang tujuan dan arah yang akan ditempuh." Terlalu sering kita mengeluarkan kebijakan tanpa menjelaskan maksud dan tujuan. Padahal, yang namanya kebijakan pemerintah itu bukan untuk pejabat pemerintah, melainkan untuk masyarakat yang akhirnya harus menjalaninya.
Kita perlu belajar dari bangsa Jepang yang selalu detail dalam merencanakan segala sesuatu. Untuk mencapai sebuah tujuan, rencana aksinya ditetapkan jauh-jauh hari. Bahkan setiap rencana aksi itu dipertimbangkan dengan segala aspek yang akan terjadi. Bukan hanya yang baik saja, melainkan juga antisipasi terhadap dampak buruk yang akan dihadapi.
Kebiasaan untuk berpikir pendek yang harus dibuang jauh-jauh, apalagi ketika berkaitan dengan nasib orang banyak. Pemerintah harus lebih bijak dalam mengambil keputusan. Jangan hanya asal gebrak dan urusan belakangan. Sudah hampir 72 tahun kita merdeka, tetapi sikap kerja kita masih saja belum berubah. Jangan sampai apa yang dikhawatirkan Bung Hatta kemudian terjadi. Ketika kita harus menghadapi tantangan besar, negeri ini dikelola para pemimpin yang pikiran mereka kerdil.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved