Inflasi

SURYOPRATOMO/Dewan Redaksi Media Group
06/6/2015 00:00
Inflasi
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)
HARGA-HARGA bahan kebutuhan sudah merangkak naik jauh sebelum puasa tiba. Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi pada Mei mencapai 0,5%. Perlu ada langkah untuk mengendalikan harga agar tidak membebani kehidupan masyarakat dan mengganggu pembangunan ekonomi.

Kita sering mendengar alasan kenaikan harga menjelang puasa merupakan tradisi. Bahkan dikatakan tidak apa-apa harga kebutuhan pokok naik karena itu akan bisa menyejahterakan petani. Petani selalu dijadikan pembenar kenaikan harga. Faktanya tingginya harga di pasar tidak dinikmati petani. Ketika harga beras mencapai Rp10 ribu per kilogram dan harga patokan gabah petani ditetapkan pemerintah Rp3.700 per kilogram, kenyataannya petani hanya menerima Rp2.300-Rp2.600 per kilogram gabah yang dihasilkan.

Kita selalu mendengungkan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Tujuan kita berbangsa ialah mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Kenyataannya tidak pernah ada keadilan, termasuk dalam ekonomi. Kita bukan bangsa yang menghormati 'kemanusiaan yang adil dan beradab', melainkan seperti 'serigala bagi yang lainnya'.

Kenaikan harga yang terjadi hanya dinikmati pedagang. Kita tidak melarang pedagang mendapatkan keuntungan, tetapi jangan keuntungan yang sebesar-besarnya dan akhirnya mencekik leher orang lain. Pemerintah hadir bukan harus menjadi pelaku ekonomi, melainkan bisa menjadi pengatur dan pengadil yang baik. Tanggung jawab pemerintah ialah menata sistem perdagangan yang adil agar menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hampir 70 tahun kita merdeka, tetapi kita belum mampu menata kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dalam era teknologi informasi sekarang pun, kita belum mampu membangun sistem informasi perdagangan yang menguntungkan semua pihak.

Izin bagi operator telekomunikasi terus kita berikan. Jutaan warga bangsa menikmati alat komunikasi yang kian canggih. Namun, informasi yang didapatkan bukanlah yang bisa membangun kehidupan bangsa menjadi lebih baik. Dengan keterbukaan informasi, seharusnya mudah untuk dibangun sistem informasi tentang harga-harga kebutuhan pokok. Dengan itu, para petani bisa menghitung keuntungan, konsumen bisa mengetahui harga yang seharusnya dibayarkan, dan pedagang paham berapa keuntungan yang pantas didapatkan. Sungguh ironis di tengah kemajuan teknologi informasi, kita masih hidup di kegelapan informasi. Akibatnya setiap saat kita mengeluhkan kenaikan harga karena ada pihak-pihak yang mengail di air keruh.

Penataan sistem informasi perlu dilakukan dalam penataan besar sistem pertanian. Sudah saatnya sistem pertanian dibangun dengan data yang riil, bukan berbasis kepada prognosis yang didasarkan atas hasil ekstrapolasi. Bahkan kita harus membangun sistem penyimpanan dan distribusi yang menjamin pasokan pangan mencukupi kebutuhan sepanjang waktu.

Semua perbaikan perlu dilakukan agar kita mampu mengendalikan inflasi. Ketika inflasi tidak terkontrol, dampaknya bukan hanya penurunan daya beli masyarakat, melainkan juga naiknya suku bunga bank sehingga investasi terganggu. Padahal, kita butuh investasi untuk membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan.

Betapa membahayakannya inflasi, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang melesu. Kita tidak boleh membiarkan negara terjerumus dalam stagflasi karena tanggung jawab negara menciptakan kesejahteraaan umum.

Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.