Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BPK sebaiknya dicandrakan sebagai badan pelaku korupsi, bukan lagi Badan Pemeriksa Keuangan, seperti termaktub dalam konstitusi.
Pelesetan itu lebih pantas disematkan di dada BPK setelah auditor mereka tertangkap basah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bila auditor BPK korupsi, bisa disogok, bisa dibeli, dan sok suci bersih, siapa lagi yang patut dipercaya sebagai auditor pemeriksa keuangan negara?
Pertanyaan itu sangat menghunjam kedudukan hukum.
Jaksa Agung, misalnya, mendasarkan ada tidaknya kerugian negara berkat temuan BPK. Itulah temuan yang selama ini dipandang secara jujur dan benar.
Sekarang publik harus meragukan temuan BPK karena ternyata mereka juga badan pelaku korupsi.
Tentu ada yang protes, meragukan kredibilitas dan kebersihan semua auditor BPK--sekali lagi semua--merupakan generalisasi yang tidak benar.
Alasan yang lazim terdengar, tidak semua auditor BPK nyolongan.
Pertanyaannya, siapakah auditor yang bersih, berintegritas itu? Lakukanlah pembuktian terbalik.
Pertama, ambillah inisiatif untuk melaporkan semua kekayaan kepada KPK. Tunjukkan asal usul kekayaanmu.
Kedua, ambillah inisiatif untuk menyatakannya secara tertutup kepada KPK bila pernah menolak adanya upaya penyelenggara institusi yang mencoba menyuap dirinya agar memberikan hasil pemeriksaan predikat WTP kepada institusi tersebut.
Faktanya, institusi itu tidak patut mendapat predikat WTP. Namun, nyatanya, itulah yang terjadi.
Secara tertutup kepada KPK agar di satu pihak auditor yang jujur, berintegritas itu leluasa melaporkan kepada KPK semua kebobrokan yang diketahuinya terjadi di BPK.
Di lain pihak, KPK pun dapat melakukan operasi senyap untuk membongkar semua kebusukan auditor BPK.
Bila tidak ada auditor BPK yang berani berinisiatif melakukan dua perkara tersebut, sepatutnyalah diterima generalisasi semua auditor BPK berengsek.
Bahwa BPK pun sarang penyamun.
Bahwa yang terjadi bukan lagi nila setitik, melainkan memang nilanya sebelanga.
Tak ada lagi susu di situ.
Terus terang saya menjadi syak wasangka terhadap apa pun predikat hasil pemeriksaan auditor yang tertangkap basah itu.
Bukan hanya terhadap hasil pemeriksaan berpredikat WTP, melainkan juga bila ada penilaian terburuk bahwa ada kerugian negara.
Hasil pemeriksaan auditor yang tertangkap basah itu seyogianya diperiksa ulang.
Jika WTP diberikan gara-gara disogok, maaf, sebaliknya, tidakkah penilaian adanya kerugian negara itu dilakukan gara-gara tidak disuap?
BPK jelas perlu diaudit. Auditornya perlu diaudit.
Apakah mereka masih layak menyandang predikat auditor, atau malah sesungguhnya koruptor itu sendiri?
Untuk sementara waktu, sebaiknya BPK 'istirahat' dulu dari tugas negara dalam mengaudit keuangan negara.
Bersih-bersih dulu di dalam tubuh sendiri sebelum meneruskan kepercayaan konstitusi untuk memeriksa dan memberikan penilaian ihwal kebersihan diri pihak lain.
Semua itu diekspresikan karena kekecewaan yang superberat kepada BPK, tetapi tidak elok untuk mengatakan bagaimana kalau selama BPK 'diistirahatkan', negara menyewa auditor swasta tepercaya untuk memeriksa keuangan negara.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved